Kejurnas Hockey 2018 di Cimahi, Jawa Barat - Ini Alasan Tim Hockey Sumsel Harus Menang Lawan Jateng

Tim Hockey Putra Sumatera Selatan (Sumsel), tetap akan berupaya memenangkan pertandingan terakhir melawan Jawa Tengah.

Kejurnas Hockey 2018 di Cimahi, Jawa Barat - Ini Alasan Tim Hockey Sumsel Harus Menang Lawan Jateng
Dok. Panitia Kejurnas
Pemain Hoki Sumsel memasuki area sircle tim lawan asal Banten pada pertandingan Kejurnas Hockey Indoor 2018 di GOR Dis Jas AD, Cimahi, Jawa Barat, Selasa (20/11/2018). Tim Sumsel kalah dengan skor 1-5 pada pertandingan itu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Meski dipastikan tidak lolos fase grup Kejurnas Hockey Indoor 2018, Tim Hockey Putra Sumatera Selatan (Sumsel), tetap akan berupaya memenangkan pertandingan terakhir melawan Jawa Tengah.

Kemenangan tersebut akan sangat penting bagi tim besutan Rubi Yosanta untuk menjaga peluang masuk 10 besar peringkat nasional.

Pada Kejurnas kali ini, Yogi dan kawan-kawan berada di Grup B bersama Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Papua, dan Kalimantan Timur.

Sejauh ini sudah empat pertandingan yang dijalani. Melawan tuan rumah Jawa Barat, tim hockey Sumsel kalah 0-10, berhadapan dengan Banten takluk 1-5 dan terakhir meladeni Kalimantan Timur kalah 1-3.

Satu-satunya kemenangan yang dipetik adalah saat melumat Papua dengan skor 1-0.

Namun, meski gagal melaju ke fase selanjutnya, Pelatih Hockey Sumsel, Rubi Yosanta, mengaku tetap bangga dan sangat mengapresiasi perjuangan anak didiknya.

Menurut dia, dari sisi teknik dan fisik anak asuhnya tidak kalah. Satu-satu satunya yang membuat sulit bersaing adalah persoalan mental yang dipicu minimnya pengalaman bertanding.

"Anak-anak (putra) sudah menjalani empat pertandingan, hasilnya cuma sekali menang. Kali ini kita memang berat, karena berada di pool 'neraka'.Tapi ambil sisi positifnya saja, dengan begitu anak-anak bisa belajar banyak dari mereka di setiap pertandingan," kata Yosan, saat dihubungi Tribun Sumsel via WhatsApp, Rabu (21/11/2018).

Dikatakan, pada pertandingan terakhir, Tim Hockey Putra akan meladeni tim dari Jawa Tengah. Meski sudah pasti tidak lolos, pertandingan ini tetap penting untuk menjaga peluang berada di 10 besar peringkat nasional dan 11 peserta Kejurnas tahun ini.

"Kalau tim putri bisa dibilang 'mission impossible', karena pertandingan terakhir itu melawan tim DKI Jakarta, peraih perak SEA Games. Sebagian besar pemainnya juga pemain Timnas Hockey Indonesia," kata Yosan.

Terlepas dari evaluasi tim, Yosan juga menyampaikan beberapa masukan untuk pengurus Federasi Hockey Indonesia (FHI) Sumsel.

Menurut dia, ke depan FHI Sumsel harus lebih fokus kepada pembinaan berjenjang, mempopulerkan hockey di kalangan pelajar dan mahasiswa, termasuk pembentukan Pengcab di kabupaten dan kota yang ada di Sumsel.

Dengan keberadaan Pengcab, kata Yosan, diharapkan banyak terbentuk klub dan itu akan berimbas kepada banyaknya kompetisi, seperti Kejurda, Popda, dan Porprov dan jenis even lainnya.

"Satu hal yang juga penting, Pengprov harus lebih sering membuat semacam seminar dan coching clinik skala daerah untuk insan hockey Sumsel. Karna tidak bisa dimungkiri sertifikat dan lisensi akan membantu insan hockey dalam mengembangkan cabang ini," katanya.

Penulis: Eko Adiasaputro
Editor: Eko Adiasaputro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved