Pilpres 2019

Prabowo Kritisi Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 16, Dianggap Beri Peluang Asing Kuasai Sektor Industri

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengkritisi paket kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia jilid 16

Prabowo Kritisi Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 16, Dianggap Beri Peluang Asing Kuasai Sektor Industri
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Prabowo Subianto - Sandiaga Uno vs Joko Widodo - Maruf Amin 

TRIBUNSUMSEL.COM - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengkritisi paket kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia jilid 16.

Paket kebijakan dianggap memberikan peluang sebesar-besarnya kepada pihak asing untuk masuk dan menguasai 28 sektor industri di dalam negeri.

Menurutnya, paket kebijakan ekonomi tersebut tidak sesuai dengan Undangan-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD 1945) terutama pada Pasal 33 Ayat 1.

Baca: Tampil di Indonesia Lawyers Club Kasus Baiq Nuril, Mahfud MD: Sukma Hukum Hilang, Grasi tak Bisa

Pasal itu yang berbunyi bahwa bahwa Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Dan pasal 33 Ayat 2 yang menyebutkan bahwa Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

"Negara kita sangat kaya memiliki banyak sumber daya alam yang bisa kita kelola sendiri," kata Prabowo di kediamannya di Desa Bojong koneng, Babakan madang, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/11/2018).

Capres yang diusung Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS itu menjelaskan, bahwa pasar merupakan sumber kekayaan bagi sebuah negara.

Baca: Ahmad Mario Warga Pagaralam Hilang, Motor Sudah Ditemukan, Beredar Rekaman Suara Minta Tolong

Sebab, pasar merupakan pusat perputaran ekonomi rakyat.

Di Eropa saja, lanjut Prabowo produk atau barang yang berasal dari luar Eropa tidak bisa masuk seenaknya untuk di jual bebas disana.

Sebab, Negara-negara di Eropa telah memproteksi pasar dan sumber-sumber ekonomi lainnya hanya untuk kalangan masyarakat ekonomi Eropa saja.

"Selain itu pemerintah Amerika juga saat ini melindungi rakyatnya, dia tutup pasar dunia, kalau ada produk luar yang mau masuk dikenakan pajak bea masuk yang tinggi," katanya.

"Dia memberikan kesempatan kepada rakyatnya dan memberikan peluang ekonomi yang besar kepada rakyatnya. Itu lah tujuan sebuah negara, negara harus melindungi rakyat nya," ungkapnya.

"Tapi pemerintah kita justru membuka seluas luas nya kepada asing,"tambah Prabowo.

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved