Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh

Menteri Perhubungan Persilakan Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 Menuntut

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mempersilakan pihak keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 menyampaikan tuntutannya kepada boeing

Menteri Perhubungan Persilakan Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 Menuntut
Grafis Tribunnews
Grafis Pesawat Lion Air 

TRIBUNSUMSEL.COM -  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mempersilakan pihak keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 menyampaikan tuntutannya kepada produsen Boeing.

Menteri Budi menanggapi, keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Dr Rio Nanda Pratama, menuntut perusahaan produsen pesawat Boeing asal Amerika Serikat dikarenakan desain pesawat yang tidak aman.

"Itu merupakan hak masing-masing warga atau penumpang untuk melakukan," kata Budi Karya Sumadi, Selasa (20/11/2018).

Baca: Usai Digerebek, Polisi Amankan 2 Bungkus Plastik dari Rumah Angel Lelga, Nikita : Jangan Disesali

"Itu hak, tapi bagi pemerintah tentu butuh waktu mempelajari itu. Kami harus lihat kaidah-kaidah dan ketentuan daripada aturan nasional dan internasonal," kata Budi Karya Sumadi.

Baca: Terbang ke Jeddah dengan Lion Air Cuma Rp 11,8 Juta

Salah satu keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Rio Nanda Pratama menuntut perusahaan produsen pesawat Boeing asal Amerika Serikat.

Mereka mengajukan gugatan hukum kepada Boeing Company. Gugatan dilayangkan melalui Circuit Court of Cook County, Illinois, Amerika Serikat (AS), di wilayah yang sama dengan kantor pusat Boeing.

Gugatan yang dilayangkan pada 15 November 2018 waktu AS.

Baca: Teridentifikasi, 3 Jenazah Korban Tragedi Lion Air, Sastiarta Pegawai Kejaksaan dan Xherdan

Gugatan menyoroti kegagalan Boeing dalam menyampaikan informasi secara akurat mengenai fitur baru pada pesawat Boeing 737 MAX 8, yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Korban Lion Air JT 610 Tuntut Produsen Boeing, Menteri Perhubungan: Silakan Itu Hak

Editor: Siemen Martin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved