Berita Prabumulih

Rutan Prabumulih Tak Berikan Remisi Natal 2018 Pada Warga Binaan

Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Prabumulih, tidak memberikan remisi natal pada warga binaan

Rutan Prabumulih Tak Berikan Remisi Natal 2018 Pada Warga Binaan
TRIBUN/DANY PERMANA
Aktivis Indonesia Corruption Watch berunjuk rasa menentang remisi dan pembebasan bersyarat bagi terpidana korupsi di depan Kantor Kementrian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (22/9/2014). Aktivis anti korupsi tersebut juga menuntut agar Menkumham mencabut surat edaran dan Permenkumham tentang Tata Cara Pelaksanaan PP 99/2012 dan mencabut pemberian pembebasan bersyarat kepada seluruh terpidana korupsi. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Prabumulih, tidak memberikan remisi natal pada warga binaan.

Kepala Rutan Klas II B Prabumulih, Reza Mediansyah Purnama mengatakan, tidak mengajukan remisi untuk natal tahun ini lantaran tidak ada warga binaan yang ditahan merayakan natal atau beragama Kristen.

"Jika ada warga binaan kita yang merayakan tentu sudah dari jauh hari kita usulkan untuk mendapat remisi," ungkapnya.

Baca: 4 Bulan Pasca Ditangkap Kasus Narkoba, Reza Bukan Terbata-bata Ungkap Kondisi Keuangan Keluarganya

Reza menjelaskan, remisi diberikan kepada warga binaan biasanya diajukan dalam memperingati hari raya keagamaan maupun lainnya seperti Idul Fitri, Natal dan kemerdekaan republik indonesia.

"Untuk remisi keagamaan diberikan sesuai jadwal hari raya keagamaan, sementara untuk remisi kemerdekaan seluruh warga binaan yang memenuhi syarat diajukan baik beragama islam maupun bukan," jelasnya.

Baca: Modus Jual Madu Keliling Dua Sekawan di Palembang Ini Malah Maling HP

Disinggung saat ini berapa banyak jumlah warga binaan, jika warga binaan rutan kelas IIB Prabumulih saat ini mencapai 440 orang atau over kapasitas dari jumlah seharusnya sekitar 150 narapidana.

"Saat ini sudah sangat banyak atau over kapasitas kalau mengenai jumlah, memang kita ada penambahan ruang beberapa waktu lalu namun masih kurang," bebernya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya sedang menerapkan program rehabilitasi bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Prabumulih dan pesantren.

"Kita terapkan rehab bagi warga binaan kasus narkoba, kita akan evaluasi tiga bulan sekali dan kegiatan ini sudah berjalan sekitar satu bulan," tambahnya.

Penulis: Edison
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved