Disindir Tak Bantu Kampanyekan Prabowo-Sandi, Ini Isi Cuitan SBY di Twitter

Disindir Tak Bantu Kampanyekan Prabowo-Sandi, Ini Isi Cuitan SBY di Twitter

Disindir Tak Bantu Kampanyekan Prabowo-Sandi, Ini Isi Cuitan SBY di Twitter
Tribunnews/JEPRIMA
Bakal calon Presiden Prabowo Subianto beserta bakal calon wakil Presiden Sandiaga Uno saat mengunjungi kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018). Pertemuan tersebut diadakan secara tertutup untuk media. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Disindir Tak Bantu Kampanyekan Prabowo-Sandi, Ini Isi Cuitan SBY di Twitter 

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi pernyataan soal 'janji kampanye' yang disinggung oleh Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.

Melalui akun Twitter-nya @SBYudhoyono, SBY mencuit terpaksa merespon pernyataan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani lantaran isu tersebut terus digoreng.

 

"Sebenarnya saya tak harus tanggapi pernyataan Sekjen Gerindra. Namun, karena nadanya tak baik & terus digoreng, terpaksa saya respons *SBY*," tulis SBY, yang terlihat dalam akun Twitter-nya, Kamis (15/11/2018).

Ia kemudian mengimbau agar sesama partai koalisi untuk mawas diri, daripada saling menuding.

Apalagi, SBY merasa tak pernah memaksa Ketum parpol lain untuk mengkampanyekan dirinya saat maju menjadi capres di Pilpres 2004 dan 2009.

"Daripada menuding & menyalahkan pihak lain, lebih baik mawas diri. Mengeluarkan pernyataan politik yg "sembrono", justru merugikan *SBY*," tulisnya.

"Saya pernah 2 kali jadi Calon Presiden. Saya tak pernah menyalahkan & memaksa Ketum partai-partai pendukung utk kampanyekan saya *SBY*," imbuh ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono itu.

Setelahnya, cuitan pemimpin partai berlambang Mercy itu menyinggung soal capres sebagai figur yang paling menentukan dalam Pilpres.

SBY menilai seorang capres harus memiliki narasi dan gaya kampanye yang tepat.

Selain itu, rakyat juga ingin mendengar program serta visi-misi dari capres.

"Dlm pilpres, yang paling menentukan "Capres-nya". Capres adalah "super star". Capres mesti miliki narasi & gaya kampanye yang tepat *SBY*," kata SBY.

"Saat ini rakyat ingin dengar dari Capres apa solusi, kebijakan & program yang akan dijalankan untuk Indonesia 5 tahun ke depan *SBY*," lanjutnya.

"Kalau "jabaran visi-misi" itu tak muncul, bukan hanya rakyat yang bingung, para pendukung pun juga demikian. Sebaiknya semua introspeksi *SBY*," imbuh SBY lagi.

SBY juga menyoroti bahwa dalam Pilpres kali ini, tak ada satu pun parpol yang tak memiliki capres yang tidak mengutamakan partainya.

Cuitan terakhirnya kemudian meminta para kader Demokrat untuk tetap tenang dan tak gusar, lantaran pihaknya tak mengganggu partai lain.

"Terakhir, saya pikir tak ada satu pun partai politik (yang tak punya capres dalam pemilu serentak ini) yang tak utamakan partainya *SBY*," tulis SBY.

"Kalau Partai Demokrat yang terus diributin, para kader Demokrat tak perlu gusar & kecil hati. Go on. Kita tak pernah ganggu partai lain *SBY*," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gerindra mengungkit janji SBY untuk mengkampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

"Sejauh ini hubungannya baik Pak Prabowo dan Pak SBY."

"Pak SBY juga berjanji akan melakukan kampanye untuk Prabowo dan Sandi, walaupun sampai sekarang belum terjadi," ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha


Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved