Pilpres 2019

Politisi PDI Perjuangan Sebut Semua Partai Koalisi Jokowi-KH Ma'ruf Amin Diuntungkan

Wakil Sekjen PDI-Perjuangan Ahmad Basarah menilai tidak ada keluhan soal coattail effect atau efek ekor jas

Politisi PDI Perjuangan Sebut Semua Partai Koalisi Jokowi-KH Ma'ruf Amin Diuntungkan
Biro Pers Setpres
Kegiatan Presiden berkendara motor keliling Kota Tangerang, 4 November 2018. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Setpres) 

TRIBUNSUMSEL.COM - Wakil Sekjen PDI-Perjuangan Ahmad Basarah menilai tidak ada keluhan soal coattail effect atau efek ekor jas.

Dalam partai koalisi pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Dia mengklaim efek ekor jas sudah tersebar merata di semua partai koalisi.

Baca: Viral Siswa SD Kanisius Sleman Terjatuh dari Lantai 3, Pihak Sekolah Akan Laporkan Pengunggah Video

Basarah mengatakan hal ini karena PDI-P tidak mengambil semua posisi dalam Pemilihan Presiden ini.

Baca: Beredar Meme Mahfud MD Dukung Prabowo-Sandiaga, Mahfud Langsung Tertawa

"Beda kalau kami menetapkan capres dari partai kami, cawapres dari partai kami, ketua timses dari partai kami. Kalau ini kami share," ujar Basarah di kompleks parlemen, Selasa (13/11/2018).

Baca: Bebaskan Kadernya di Pilpres 2019, Dewan Pembina Demokrat: Kami Perjuangkan Pileg dan Pilpres

Basarah mengatakan calon wakil presiden yang mendampingi Jokowi diambil dari tokoh non-partai.

Begitupun dengan posisi ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Dengan begitu, semua partai pendukung memiliki posisi yang sama.

Tidak ada kesenjangan yang dialami sesama partai pendukung.

"Sudah bisa dibagi rata karena memang good will kami, niat baik kami, itu tidak untuk mengambil semua," kata Basarah.

"Itu bukti bahwa kami punya niat baik agar manfaat kebersamaan di koalisi pendukung Pak Jokowi bisa dirasakan partai politik lain. Beda kalau kami mengambil semua," tambah dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PDI-P Klaim Semua Partai Koalisi Jokowi-Ma'ruf Dapat "Coattail Effect"",

Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved