Pemilu 2019

Selesai Ikuti Pendidikan Madya, Kader PDI Perjuangan Ditugaskan Tinggal 2 Bulan di Tengah Masyarakat

Pendidikan Kader Madya DPD PDIP Sumsel, 10-15 November, di Asrama Haji, Palembang, dengan tema "Berideologi syarat Mutlak kader PDIP"

Selesai Ikuti Pendidikan Madya, Kader PDI Perjuangan Ditugaskan Tinggal 2 Bulan di Tengah Masyarakat
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Ketua DPP PDIP Idham Sanawi disela- sela membuka pendidikan kader Madya DPD PDIP Sumsel 10-15 November, di Asrama Haji, Palembang 

Selesai Pendidikan Kader Madya, Kader PDI Perjuangan Ditugaskan Tinggal 2 Bulan di Tengah Masyarakat

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menegaskan para kader yang telah menjalani pendidikan kader, wajib turun ke masyarakat.

Bukan hanya dalam bentuk sosialisasi bahan kampanye.

Hal ini disampaikan ketua DPP PDIP Idham Sanawi disela- sela membuka pendidikan kader Madya DPD PDIP Sumsel 10-15 November, di Asrama Haji, Palembang, dengan tema "Berideologi syarat Mutlak kader PDIP".

"Kader yang telah menjalankan pendidikan kader, nanti ada penugasan di lapangan selama dua bulan, mereka tinggal di masyarakat yang ditugaskan, sekaligus upaya pemenangan pileg dan pilpres karena momentumnya tepat."

"Jadi bukan hanya dengan banner pamlet bersama dengan Jokowi, tapi juga mendatangi masyarakat, yang tertindas, teraniaya, termarginalkan," kata Idham.

Baca: 11 Hari Buka Pelayanan, Sudah 15 Pengajuan Cerai Masuk ke Kantor Pengadilan Agama Martapura.

Baca: Sinopsis (Live Streaming) Sinetron Cinta Suci Minggu (11/11): Rumah Tangga Bu Wahida Terancam

Menurut Idham, tujuan dilaksanakannya pendidikan ini agar kader memiliki jiwa nasionalisme terhadap negara RI tidak akan luntur dan terbelah.

"Jika sudah lulus, maka akan tertanam cinta tanah air, bangsa, dan negara. Dasar kita adalah pancasila, yang mempersatukan dari Sabang sampai Merauke," bebernya.

Ia menceritakan, negara Soviet yang dibangun lebih dari 100 suku bangsa dan Yugoslavia dengan 30 suku bangsa, akhirnya pecah karena kurangnya nasionalisme.

"Indonesia dibangun hampir 1.000 suku bangsa, 1.000 bahasa dan sebagainya, hingga saat ini masih utuh. Kita hrus menyakinkan keutuhan 73 tahun NKRI karena terdapat 5 sila yang ada," pesannya.

Sementara ketua DPD PDIP Sumsel Giri Ramanda menyatakan, jika Pendidikan Kader Madya ini lanjutan dari pendidikan kader pratama yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan peserta sebanyak 1.400 kader.

Baca: BREAKING NEWS : Jelang Sriwijaya FC vs Barito Putera, Dodi Reza Lepas Jabatan Presiden Klub

Baca: Sriwijaya FC vs Barito Putera, Mantan Presiden SFC Siapkan Bonus Kemenangan dari Kantong Pribadi

"Kemudian dari yang terbaik Madya sebanyak 10 persen mengikuti pendidikan selanjutnya."

"Mereka nanti diharapkan, jadi penggerak partai yang nanti penugasan di setiap kecamatan. Termasuk jika terdapat kader yang nyaleg, mereka juga berperan dalam tugas- tugas politik partai," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved