Sumsel Pagaralam

Proyek Waduk Mate Kuyung Pagaralam Tak Kunjung Usai Akibatkan Hektaran Sawah Warga Kekeringan

Hektaran sawah warga yang ada dikawasan Dusun Bandar Kecamatan Dempo Selatan mengalami kekeringan.

Proyek Waduk Mate Kuyung Pagaralam Tak Kunjung Usai Akibatkan Hektaran Sawah Warga Kekeringan
Sripo/Wawan Septiawan
Tampak salah satu warga Dusun Bandar saat menunjukan pengerjakan proyek normalisasi waduk Tebat Mate Kuyung dan Tabat Purun yang terbengkalai. Akibatnya hektaran sawah warga kekeringan, Minggu (11/11/2018). 
Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan
TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Hektaran sawah warga yang ada dikawasan Dusun Bandar Kecamatan Dempo Selatan mengalami kekeringan.
Meskipun saat ini musim hujan namun warga tidak bisa mengarap sawah akibat tidak ada air yang mengalir kelahan persawahan mereka.
Pasalnya sumber mata air yang selama ini berasal dari Tebat (Waduk) Mate Kuyung dan Tebat Purun tidak lagi mengalir kesawah warga.
Hal ini sejak adanya proyek pengerjaan Normalisasi Waduk tersebut. Namun sayangnya sampai saat ini proyek tersebut tidak selesai. 
Akibatnya kondisi aliran air irigasi dari Waduk kelahan persawahan warga tidak belum bisa digunakan.
Tidak hanya itu sejak enam bulan terakhir warga sudah tidak bisa mengarap sawah mereka yang merupakan sumber penghasilan warga.
Informasi yang dihimpun sripoku.com, Minggu (11/11/2018) menyebutkan, proyek tersebut merupakan proyek aspirasi dari provinsi.
Namun sejak dilakukan pengerjaan pada Mei 2018 lalu sampai saat ini tidak tampak lagi ada aktivitas dikawasan tersebut.
Parahnya akibat belum selesainya pengerjaan tersebut warga tidak bisa mengarap sawah.
Salah satu pemilik sawah, Fari Sanofel mengatakan, pihaknya sudah sangat resah dengan kondisi tidak adanya air yang mengaliri sawah miliknya.
Pasalnya akibat pengerjaan Waduk tersebut sawah miliknya tidak bisa digarap karena kekeringan.
"Sawah ini menjadi sumber makan kami pak. Tapi sejak adanya proyek itu sawah kami tidak bisa digarap karena kekeringan. Pasalnya mata air yang berasal dari waduk itu tidak lagi mengalir kesawah," ujarnya.
Kondisi ini membuat warga kesulitan, bahkan warga sudah pernah minta kepihak pekerja beberapa waktu lalu untuk kembali membuka aliran irigasi dari waduk ke sawah.
Namun sampai saat ini tidak juga dilakukan.
"Parahnya pak, saat ini proyek tersebut tidak lagi dikerjakan padahal belum selesai. Kami harap pihak Pemerintah Kota Pagaralam bisa mencarikan solusi untuk kami. Pasalnya jika tidak kami tidak bisa makan pak," katanya.
Senada dengan ungkapan Tajrin warga yang sama. Bukan saja merusak sawah dan aliran irigasi, proyek tersebut juga telah merusak akses jalan warga.
Saat ini akses satu-satunya warga untuk menuju kelahan sawah nyaris putus. Bahkan jalur menuju Dusun Bangke Kabupaten Lahat juga nyaris putus.
"Pengerjaan proyek ini sudah sangat merugikan kami pak. Selian sawah kami tidak bisa digarap akses jalan kami juga nyaris putus. Bahkan saparuh badan jalan sudah ambruk," tegasnya.(one)
Editor: Euis Ratna Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved