Pemerintah Sukses Ambil Blok Mahakam 100 persen dan Freeport 51 persen, Jokowi Bingung Tidak Didemo

Presiden Joko Widodo meminta para pendukungnya melakukan aksi demonstrasi untuk mendukung keberhasilan pemerintah

Pemerintah Sukses Ambil Blok Mahakam 100 persen dan Freeport 51 persen, Jokowi Bingung Tidak Didemo
Biro Pers Setpres
Kegiatan Presiden berkendara motor keliling Kota Tangerang, 4 November 2018. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Setpres) 

TRIBUNSUMSEL.COM - Presiden Joko Widodo meminta para pendukungnya melakukan aksi demonstrasi untuk mendukung keberhasilan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan calon presiden nomor urut 01 itu saat menghadiri konsolidasi dengan kader parpol pendukungnya se-Jawa Barat, di Kota Bandung, Sabtu (10/11/2018).

Baca: Viral Politik Genderuwo Diungkap Jokowi, Rocky Gerung: Lebih Mudah Dandani Genderuwo

Awalnya, Jokowi menyinggung soal keberhasilan pemerintah yang kini mengantongi saham 51 persen saham PT Freeport, dari yang sebelumnya hanya 9 persen.

Jokowi juga bicara soal pemerintah yang telah mengambil alih 100 persen Blok migas Mahakam dan Blok migas Rokan.

Baca: Rizieq Shihab Berpesan Pada Jokowi: Tegakkan Keadilan, Jangan Selalu Fokus kepada Pencitraan

"Blok Mahakam 100 persen, Blok Rokan Chevron 100 persen. Freeport 51 persen. Kok enggak ada demo di depan istana?" kata Jokowi.

"Demo mendukung maksudnya. Mestinya Bapak Ibu saudara-saudara demo besar-besaran, tapi demo mendukung," tambah dia.

Pernyataan Jokowi itu langsung disambut riuh para pendukungnya.

Sebagian ada yang berteriak "betul" dan "siap" mendukung pernyataan Jokowi itu.

"Saya tunggu-tunggu enggak ada yang demo. Dipikir mudah dapat 51 persen itu? Dipikir enggak ditekan dari atas, bawah, kiri, kanan? Ditekan!" kata Jokowi.

"Dipikir langsung ujug ujug dapat 51 persen? Enak banget itu. Jadi itu sulit bukan hal yang mudah negosiasi seperti itu. Sulit," tambah politisi PDI-P ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Freeport 51 Persen, Kok Enggak Ada Demo di Depan Istana?", 

Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved