Atlet Sumsel Raih 1 Perak 2 Perunggu di Kejuaraan Nasional Rowing, Masih Berpeluang Tambah Medali

Kontingen Sumatera Selatan optimis dapat meraih emas pada Kejuaraan Nasional Rowing yang digelar di Jakabaring Sport City (JSC)

Atlet Sumsel Raih 1 Perak 2 Perunggu di Kejuaraan Nasional Rowing, Masih Berpeluang Tambah Medali
Tribun Sumsel/ Weni Wahyuny
Atlet mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Olahraga Kayak, Canoe dan Rowing 2018 di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, 4-10 November 2018 

TRIBUNSUMSEL.COM-Kontingen Sumatera Selatan optimis dapat meraih emas pada Kejuaraan Nasional Rowing yang digelar di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, 8-10 November.

Sementara ini kontingen Sumsel sudah menyimpan 3 medali yakni 1 medali perak dan 2 medali perunggu pada nomor rowing.

Pelatih Dayung Sumsel, Asrul Sani mengatakan Sumsel masih ada harapan Sumsel untuk meraih medali emas diantaranya nomor 4 cross putra, single sculls putra, double cross putri open dan beberapa nomor lainnya yang berhasil lolos masuk di babak final hari ini.

"Harapannya bisa dapat emas dan juga perunggu," kata Asrul saat ditemui disela kegiatan Penutupan Kejurnas Dayung 2018 di venue Dayung JSC Palembang, Jumat (9/11/2018).

Asrul mengakui bahwa kontingen Sumsel gagal pada nomor kayak dan canoe yang sebelumnya ditargetkan emas.

Kadispora Sumsel H Akhmad Yusuf Wibowo berfoto bersama para pemenang Kejurnas Rowing yang saat ini tengah berlangsung di Venue Dayung Kompleks Jakabaring Sport City, hingga 10 November 2018.
Kadispora Sumsel H Akhmad Yusuf Wibowo berfoto bersama para pemenang Kejurnas Rowing yang saat ini tengah berlangsung di Venue Dayung Kompleks Jakabaring Sport City, hingga 10 November 2018. (TRIBUNSUMSEL/WENI WAHYUNI)

Di dua nomor tersebut, tuan rumah mampu meraih perak dan perunggu.

Ini menurut Asrul karena tidak adanya Training Camp (TC) atlet sebelum Kejurnas berlangsung dan ditambah lagi dukungan keuangan untuk para atlet kurang.

"Kalau latihan bisa sesuaikan, kita memang terus latihan tapi pertama kita tidak ada TC kemudian budget karena pakaian seragam saja untuk pertandingan tidak ada, jadi anak-anak kurang fokus," terangnya.

"Kami berharap ada perhatian sedikit dari pihak terkait untuk atlet-atlet ini. Apalagi kita akan banyak agenda untuk tahun-tahun mendatang. Terdekat adalah Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) dan Pra PON (Pekan Olahraga Nasional) yang pasti membutuhkan persiapan yang matang," timpalnya.

Kemarin digelar penyerahan medali dari berbagai pihak. Salah satunya dari PB Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia yang didatangi langsung oleh Wakil Ketua Umumnya Budiman Setiawan bersama dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel H Akhmad Yusuf Wibowo.

Kadispora Sumsel H Akhmad Yusuf Wibowo menyampaikan pasca Asian Games kemarin venue yang ada di JSC kembali aktif, salah satunya dengan adanya Kejurnas Dayung ini di JSC.

"Inilah bentuk awal dari kegiatan pasca multievent kemarin dan mudah-mudahan selanjutnya akan digunakan untuk TC Pelatnas di JSC," katanya.

Wakil Ketua Umum PODSI Budiman Setiawan menyayangkan jika ada provinsi yang tidak mengirimkan atletnya di kejurnas ini.

Ia menyebutkan bahwa Kejurnas ini sebagai "pencetak" atlet secara berjenjang yang akan ikut dalam PON hingga event internasional mewakili provinsi masing-masing.

"Banyak yang tidak ikut karena terkendala biaya oleh sebab itu harapan kita Pemda khususnya gubernur bisa mengirimkan atletnya di kejuaraan nasional karena kalau tidak dikirim bagaimana kita mengevaluasi. Karena ini kejurnas dan resmi," katanya.

Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved