Berita Gubernur Sumsel

Wagub Mawardi Yahya Anjurkan Audit Swarna Dwipa

Tidak masuk akal bila dievaluasi, karena aset Swarna Dwipa yang mencapai kurang lebih Rp 1 triliun namun uang operasionalnya kurang dari Rp1 miliar

Wagub Mawardi Yahya Anjurkan Audit Swarna Dwipa
Humas Pemprov Sumsel
Menurutnya hal itu tidak masuk akal bila dievaluasi, karena aset Swarna Dwipa yang mencapai kurang lebih Rp 1 triliun namun uang operasionalnya kurang dari Rp1 miliar 

TRIBUNSUMSEL.COM - Direktur baru PD Perhotelan Swarna Dwipa, Rebo Iskandar melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di ruang tamu Wakil Gubernur, Jumat (9/11).

Momen ini dimanfaatkan Rebo dan rombongannya untuk curhat soal PR yang ditinggalkan direktur Swarna Dwipa sebelumnya.

Baca: Jersey SFC Bertandatangan Gubernur Herman Deru Dilelang Untuk Palu-Donggala 15 November

Diakui Rebo, selama 19 hari dirinya menjabat di PD Swarna Dwipa, peninggalan lama uang real tak sampai dari Rp 1 miliar.

Menurutnya hal itu tidak masuk akal bila dievaluasi, karena aset Swarna Dwipa yang mencapai kurang lebih Rp 1 triliun namun uang operasionalnya kurang dari Rp1 miliar.

"Jujur saya katakan, untuk bayar gaji pun kami kewalahan, saya khawatir kalo tidak dibayar ini akan jadi gejolak di karyawan. PBB dari hotel pun sampai sekarang belum terbayarkan karena uang operasionalnya kurang memadai, dan kami harus putar otak mengatasinya," jelas Rebo.

Lebih jauh dijelaskan Rebo, sebenarnya dana bukan tidak ada, akan tetapi sudah terpakai untuk membayar uang muka (DP) pada pekerjaan besar yang dilaksanakan direksi sebelumnya.

"Menurut evaluasi internal kami, ada dana yg terpakai dengan pihak ke-3 oleh direksi lama. Bila dana ini tidak terpakai akan mudah untuk membayar 6 bulan ke depan," tuturnya.

Menanggapi hal ini, Wagub meminta untuk semua memahami kondisi karena saat ini sedang masa transisi kepemimpinan.

Ia juga tak ingin terburu-buru dan harus mempelajari hal ini lebih dalam, serta harus mengevaluasi dari berbagai aspek.

"Sebelum saya memberikan solusi, saya ingin semuanya memahami kondisi sumsel karena ada pergantian pimpinan. Tentunya untuk melangkah ke depan tidak akan mungkin melangkah sembarangan, apabila ceroboh tidak akan mungkin nanti smua masalah hasilnya akan baik." jelasnya saat memimpin rapat.

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved