Cari Atlet Berprestasi, Kemenpora Gandeng Pemkot Lubuk Linggau

Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama dengan Pemerintah Kota Lubuklinggau menggulirkan acara Gala Desa dilapangan

Cari Atlet Berprestasi, Kemenpora Gandeng Pemkot Lubuk Linggau
Sripoku.com/Alan Nopriansyah
Motivasi & Saring Calon Atlet, Kecamatan di OKU Selatan Wacanakan Bangun Lapangan Voli 
 
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama dengan Pemerintah Kota Lubuklinggau menggulirkan acara Gala Desa dilapangan Taman Olahraga Silampari (TOS), Jumat (09/11).

Acara tersebut digulirkan di Kota Lubuklinggau selama satu bulan penuh dimulai dari bulan Agustus ini sampai bulan Desember mendatang.  

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Lubuklinggau, Surya Darma mengatakan untuk Lubuklinggau ada empat cabang lomba yang akan dipertandingkan. 

"Tenis meja 50 peserta, Bulu Tangkis 50 peserta, atletik  60 peserta, dan Volley Ball Putra Putri 200 peserta," ungkapnya pada awak media. 

Surya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kemenpora karena telah memilih Kota Lubuklinggau diselenggarakannya kegiatan gala desa. 

"Kegiatan ini semoga bisa mengukur potensi dan spirit anak-anak di Lubuklinggau untuk berprestasi, dan bisa membanggakan kota Lubuklinggau dikemudian hari," terangnya. 

Sementara Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora M Ridho Wahyudi mengatakan kegiatan Gala Desa ini dilaksanakan di 136 Kota di Indonesia. 

"Lubuklinggau termasuk 136 kota di Indonesia yang dipilih Kemenpora sebagai penyelenggara," ungkapnya. 

Ada enam cabang olahraga yang dipilih dan dipertandingkan dalam Gala Desa. Keenam cabang itu adalah sepak bola, sepak takraw, bola voli, bulutangkis, tenis meja, dan atletik.

"Dari enam cabor itu kita memberikan pilihan ke masing-masing daerah, untuk memilihnya," ujarnya. 

Ia berharap momentum Gala Desa ini adalah bagian strategis pencarian bakat-bakat talenta muda yang dimiliki negeri ini untuk berprestasi dikancah nasional. 

"Banyak anak desa di kampung-kampung yang punya harapan besar ingin menjadi atlet, Asian Games dan Asian Para games lalu banyak atlet-atlet berasal dari daerah bukan perkotaan," terangnya. 

Ditambahkannya Kota Lubuklinggau dipilih sebagai penyelenggara karena keaktifan pemerintahnya berkoordinasi dengan kementrian, lalu kedua karena fasilitas yang dimiliki Kota lubuklinggau cukup lengkap. 

"Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pak wali kota jika di Lubuklinggau ini venuenunya ada,  seperti untuk atletik, dan lainnya termasuk untuk Badminton ada gor-nya," ungkapnya.
 
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Euis Ratna Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved