Berita Lubuklinggau

Walikota Lubuklinggau Tegaskan Outlet Untuk Pedagang Kuliner di Pasar Mambo Gratis

Nanan menegaskan outlet itu tidak dipungut anggaran sewa menyewa atau gratis, tapi untuk kelengkapan yang lain-lain harus dilengkapi sendiri

Walikota Lubuklinggau Tegaskan Outlet Untuk Pedagang Kuliner di Pasar Mambo Gratis
Tribunsumsel.com/ Eko Hepronis
Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe meninjau pembangunan outlet untuk pedagang yang berjualan kuliner, di Pasar Mambo Terminal Kalimantan 
Laporan wartawan Tribunsumsel.com,  Eko Hepronis. 
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe meninjau pembangunan outlet untuk pedagang yang berjualan kuliner, di Pasar Mambo Terminal Kalimantan.
Pria yang akrab dipanggil Nanan ini, memeriksa satu persatu bangunan outlet yang sudah rampung dikerjakan beberapa bulan lalu. 

Baca: Hijab Instan 2018 Terbaru Capuchon dengan Ilusi Berkerah, Cocok Digunakan Sepanjang Hari

Usai tinjauan, Nanan mengaku pembangunan pasar kuliner belum sepenuhnya rampung, sebab kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan semua bangunan membutuhkan anggaran sebesar Rp 3 miliar. 

"Pembangunan tahap pertama ini baru memakan anggarkan 1 miliar,  tentu bangunan yang ada ini masih banyak kekurangan," ungkapnya pada Tribunsumsel.com, Kamis (8/11/2018).

Baca: Begini Penampakan Studio 3 XXI Opi Mall Jakabaring, Saat Putar Film A Man Called Ahok

Nanan menyebutkan, outlet yang sudah selesai dibangun baru 40 unit,  rencananya akan ditambah 27 unit lagi hingga cukup 67 unit. 

"Kekurangannya hingga bisa ditempati adalah awning canopy, kemudian trotoar untuk pejalan kaki yang ingin berkunjung dari simpang RCA menuju stasiun," ujarnya. 

Ia menambahkan, jika pemerintah kota hanya menyiapkan lokasinya saja, selebihnya untuk tanggung jawab lebih lanjut akan diserahkan kepada koperasi.

"Nanti koperasi bertanggung jawab kepada Disperindag, kemudian pedagang bertanggung jawab kepada koperasi," tambahnya. 

Nanan menegaskan outlet itu tidak dipungut anggaran sewa menyewa atau gratis, tapi untuk kelengkapan yang lain-lain harus dilengkapi sendiri-sendiri oleh para pedagang. 

"Kalau pedagang tidak mentaati aturan, seperti kotor dan jorok, makanan yang dijual tidak higienis,  maka akan kita cabut, urusannya langsung pedagang dengan koperasi," paparnya.
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved