Film A Man Called Ahok

Review Film A Man Called Ahok, Pesan Kehidupan Keluarga Ahok Terbawa Emosi, Hingga Praktek Korupsi

Sosok Ahok diceritakan dalam film A Man Called Ahok, bisa dirasa seolah-olah kita berada di kehidupan Ahok masa lampau

Review Film A Man Called Ahok, Pesan Kehidupan Keluarga Ahok Terbawa Emosi, Hingga Praktek Korupsi
Instagram jill_gladys_
Para Pemain film A Man Called Ahok 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Film A Man Called Ahok resmi diputar perdana di seluruh Indonesia.

Tidak terkecuali di bioskop yang ada di kota Palembang, Sumatera Selatan pada Kamis, 8 November 2018.

Di XXI Cinema OPI Mall Jakabaring misalnya, pemutaran perdana film A Man Called Ahok mulai pukul 14.15 hingga pukul 15.30.

Film yang disutradarai oleh Putrama Tuta ini diawali dengan kisah sebuah keluarga kaya-raya nan dermawan.

Baca: Begini Penampakan Studio 3 XXI Opi Mall Jakabaring, Saat Putar Film A Man Called Ahok

Keluarga yang sangat peduli dan memiliki sikap tenggang rasa pada warga kampung di Desa Gantong, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung.

Para pemeran dalam film “A Man Called Ahok” yakni Daniel Mananta sebagai Ahok dewasa, Eric Febrian sebagai Ahok remaja.

Denny Sumargo sebagai Kim Nam (ayah Ahok) masa muda, Chew Kin Wah sebagai Kim Nam masa tua.

Erisca Rein sebagai Buniarti Ningsih (ibu Ahok) dan Jill Gladys sebagai Fifi Lety Tjahaja Purnama (adik Ahok).

Berikut review Tribunsumsel.com usai menonton film  berdurasi 82 menit.

1. Alur Cerita Nyambung

Halaman
1234
Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved