Pemprov Sumsel Berikan Dua Opsi Kebijakan, Terkait Larangan Angkut Batubara di Jalan Umum

Untuk itu kita ada dua kebijakan yaitu kebijakan jangka pendek dan jangka panjang

Pemprov Sumsel Berikan Dua Opsi Kebijakan, Terkait Larangan Angkut Batubara di Jalan Umum
Tribunsumsel.com/ Linda
Sekretaris daerah provinsi Sumatera Selatan, Nasrun Umar meninjau jalan khusus angkutan batubara usai diberlakukanya peraturan gubernur (Pergub) nomor 74 tentang pengaturan angkutan batubara 

Jalannya itu dari Simpang DPRD Prabumulih - Tugu Nanas - Crosing dan munculnya di Patra Tani.

Dengan ini diharapakan bisa menjadi solusi.

Kalau saat ini baru tinjauan awal mungkin kedepanya akan ada pengembangan.

"Nanti dua minggu kedepan akan kita evaluasi dan monitoring. Jika kedepanya setelah dievaluasi ada kebijakan yang harus direvisi maka akan dilakukan revisi, jadi kita lihat nanti kedepannya," ungkapnya.

Sementara itu Direktur PT Servo Lintas Raya, Anton Kristiadi mengatakan, panjang Jalan PT Servo Lintas Raya adalah 113 km di mulai dari km 113 Desa Banjarsari – Kabupaten Lahat.

Hingga pelabuhan di km 0 di Desa Perambatan –Kabupaten Pali.

Dengan lebar jalan rata-rata adalah 15 meter.

"Untuk kondisi jalan angkut batubara adalah jalan yang sudah dilakukan pengerasan dengan menggunakan batuan dan sudah distabilisasi dengan soil cement," ungkap dia

"Jalan ini dapat dilewati baik pada musim panas dan musim penghujan (all weather road). Jalan hauling ini dapat dilewati oleh Dump Truck dengan kapasitas 30 ton - 120 ton," jelasnya.

Sedangkan untuk perusahaan lain yang akan melintasi jalan Servo ini tergantung kontrak kerja antara perusahaan-perusahaan yang akan menggunakan jalan angkut tersebut dengan PT Servo Lintas Raya.

Halaman
123
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved