Dishub Sumsel Persilakan Truk Angkutan Batubara Melintasi Jalan Umum, Ini Ketentuannya

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson Firdaus mengatakan, bahwa angkutan batubara boleh melintasi jalan umum

Dishub Sumsel Persilakan Truk Angkutan Batubara Melintasi Jalan Umum, Ini Ketentuannya
Tribunsumsel.com/Ika Anggraeni
Debu Bertebaran, Warga Muaraenim Keluhkan Angkutan Truk Batubara Tidak Ditutup Terpal 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson Firdaus mengatakan, bahwa angkutan batubara boleh melintasi jalan umum.

"Dampak dari pemberhentian truk angkutan batubara melalui jalan umum ini jalanan jadi lancar. Bahkan tidak ada kendaraan yang menumpuk," ungkapnya, Kamis (8/11/2018).

Baca: Pemprov Sumsel Berikan Dua Opsi Kebijakan, Terkait Larangan Angkut Batubara di Jalan Umum

"Lihat saja tadi pergi dari Palembang pukul 08.30 sampai Muara Enim belum sampai pukul 12.00," katanya

Lebih lanjut ia mengatakan, artinya Palembang-Muara Enim bisa ditempuh hanya dengan 3,5 jam.

Kalau sebelumnya Palembang Muara Enim butuh waktu 4 jam atau lebih, tergantung tingkat kemacetanya.

Untuk melintasi jalan umum, dengan ketentuan memakai jalan cuma sekitar 15 km.

Hal itu untuk menuju stasiun atau jalur khusus saja. Sebab dari tambang belum ada jalur khusus juga, sehingga mau tidak mau melewati jalan umum milik negara.

Baca: Demi Keadilan, Pengurus Persatuan Angkutan Batubara Sumsel Ancam Setop Tronton Bila Lewat Jalan Umum

Selebihnya truk tidak boleh melintas.

Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Sumsel (APBS), Andi Asmara menambahakan, bahwa mereka sedang mempelajari kontrak kerjasama dengan PT Titan Infra Energy.

"Untuk saat ini kami menghabiskan yang ada di stokpile karena masih banyak. Kemungkinan awal bulan depan baru habis dan mulai melakukan kerjasama dengan pihak Titan," katanya.

Sementara itu terkait beberapa dermaga yang nantinya tidak berfungsi maka setelah jalur khusus yang dibangun selesai akan berfungsi kembali.

Targetnya selesai 2019. Sedangkan untuk dermaga yang masih bisa beroperasional Pelabuhan LMK (Gandus) dan Pelabuhan PT Mas serta PT BAU di Kertapati masih dipakai karena untuk jalur kereta api.

Sedangkan untuk jalan khusus Servo Lintas Raya milik PT Titan Infra Energy ada sepanjang 113 km.

Terlihat kondisi jalan cukup lebar dan layak dilalui, lantaran memang jalan khusus Servo Lintas Raya ini juga digunakan mereka.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved