Berita Baturaja

Polres OKU dan Sat Pol PP Razia Banyak Warnet Langgar Batas Waktu Operasional

Tim gabungan Polres OKU bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja melakukan razia ke sejumlah tempat hiburan di Kota Baturaja, Minggu (4/11/2018)

Polres OKU dan Sat Pol PP Razia Banyak Warnet Langgar Batas Waktu Operasional
Tribun Sumsel/ Retno Wirawijaya
Polres OKU dan Satuan Pol PP razia warnet yang banyak langgar batas waktu operasional 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA–Tim gabungan Polres OKU bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja melakukan razia ke sejumlah tempat hiburan di Kota Baturaja, Minggu (4/11/2018) dini hari.

Salah satu sasaran, antisipasi gangguan kamtibmas, disamping pelaku kriminalitas sebagai penyakit masyarakat.

Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari melalui Kabag Ops Kompol Yuskar Efendi mengatakan, operasi dilakukan untuk menindak pelaku premanisme.

Disamping itu juga menyisir tempat keramaian, balapan liar, karaoke.

Serta usaha warnet atau rental internet dan game online yang buka melebihi batas waktu ketentuan perizinan.

Razia langsung dipimpin Kasatreskrim AKP Alex Andrian.

Baca: Warga Kadang Antre Berjam-jam saat Lintasi Jalan Berlumpur di Desa Setia Marga Muratara

Baca: TV Online Indosiar (Live Streaming), DAcademy Asia 4 Top 30 Grup 4, Perjuangan Nabila Indonesia

Sebelum turun ke lokasi, anggota tim terlebih dulu berkumpul di halaman Satlantas Polres OKU.

Selanjutnya, tim bergerak ke sejumlah titik, seperti warnet di daerah Bakung, Air Karang, tempat karaoke di daerah jalan lintas.

“Tempat hiburan ini sering jadi sasaran pelaku narkoba, pelaku yang membawa senpira (senjata api rakitan),” kata Alex Andrian.
Dari hasil razia di warnet diketahui selain melanggar waktu batas izin jam operasional, sebagian besar tidak memiliki izin SITU dan SIUP, dan izin gangguan.

Selain itu transaksi juga menggunakan software bajakan.
Ditegaskan kasatres, saat ini, baru sebatas diberikan teguran. Namun kedepan akan dilakukan tindakan.

Ini melanggar Pasal 72 ayat 3 Undang Undang hak cipta,” ingatnya. "

Hanya saja, lanjutnya, karena Undang Undang tersebut merupakan delik biasa.

Tanpa ada laporan dari pihak yang dirugikan, polisi bisa melakukan penegakan hukum.

Sedangkan dari tempat karaoke petugas juga memeriksa identitas pengunjung.

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved