Berita Palembang

Warga Kecamatan IT II Palembang Mual- Mual Hirup Gas Amonia PT Pusri

warga Kecamatan Ilir Timur II Palembang, Kamis (1/11/2018) malam mengaku merasa mual- mual, akibat mengirup udara gas amonia dari pabrik PT pusri

Warga Kecamatan IT II Palembang Mual- Mual Hirup Gas Amonia PT Pusri
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Sejumlah warga RT 12 dan RT 13 di Kelurahan 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Palembang, Kamis (1/11/2018) malam mengaku merasa mual- mual, akibat mengirup udara yang diduga gas amonia dari pabrik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang. 

Warga Mual- Mual Hirup Gas Amonia PT Pusri

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Arief Basuki Rohekan

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,---Sejumlah warga RT 12 dan RT 13 di Kelurahan 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Palembang, Kamis (1/11/2018) malam mengaku merasa mual- mual, akibat mengirup udara yang diduga gas amonia dari pabrik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang.

Menurur warga, kejadian yang berlangsung hampir 2 jam tersebut, tidak biasanya dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat serta berdebu.

"Semalam debunya tebal benar, dan bau nyengit, terpaksa banyak- banyak berwuduk. Seperti pakai sabun saja," kata Marbot Masjid Sultan Agung Kelurahan 1 Ilir, Usman Matcit, Jumat (2/11/2018).

Menurut Usman, kawasan masjid Sultan Agung, berjarak sekitat beberapa kilometer dari pabrik PT Pusri, namun selama ini baunya tidak terlalu menyengat dan debunya tebal seperti semalam.

"Biasanya tidak seperti ini, dan cepat hilang. Tapi semalam cukup lama dari Magrib hingga jam 8 malam," terangnya.

Akibat kejadian tersebut, diungkapkan Usman, sebagian besar warga 2 RT di ring I pabrik PT Pusri tersebut, memilih mengungsi ditempat yang lebih aman, khususnya yang terdapat anak- anak. Sementara pihak PT Pusri sendiri menurunkan sejumlah mobil ambulance.

"Warga banyak mengungsi semalam ke daerah yang lebih aman. Soal ada yang dibawa ke rumah sakit saya tidak tahu, tapi ada warga yang meninggal semalam," jelasnya.

Hal senada diungkapkan toko warga RT 12, H Abdul Gani, jika semalam memang terjadi kejadian diduga gas amonia PT Pusri bocor, sehingga banyak warga langsung mengambil tindakan memgungsi atau berada di dalam rumah.

"Di tempat saya banyak anak- anak (cucu), jadi saat kejadian langsung masuk kerumah, padahal main diluar. Tapi karena udara diluar tidak bagus kita suruh didalam," jelasnya.

Ditambahkan Abdul, saat kejadian mang bau, menjadi orang yang menghirup udara saat itu mual dan pusong.

"Saya banyak- banyak minum air putih, dan pakai kain basah agar tidak menghirup udara yang bau itu," capnya

Dilanjutkan Abdul, dirinya juga menilai PT Pusri kurang peduli atas kejadian itu. Sebab jika dikatakan ada "kompensasi", hal itu tidak data, melainkan hanya datang dan mengecek saja.

"Katanya dibagikan susu semalam, tapi nyatanya saya tidak dapat, kam tidak adil. Kita juga jengkel terhadap perlakuan PT Pusri, kita dituduh dekati mereka padahal nenek moyang kami dari dulu disini. Kita berharap ada perhatian dari Pusri minimal setiap bulan ada pemeriksaan kehatanlah," pungkasnya.

Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved