Berita Palembang

Pernah Rasakan Hidup di Penjara, Lucianty Pahri Beri Motivasi ke Warga Binaan di LP Perempuan

Sebagai seorang pengusaha sukses yang sempat mengalami masa sulit sebelumnya, Lucianty Pahri, Rabu (31/10/2018), memberikan motivasi

Pernah Rasakan Hidup di Penjara, Lucianty Pahri Beri Motivasi ke Warga Binaan di LP Perempuan
Tribunsumsel.com/ Arif Basuki Rohekan
Lucianty Pahri, Rabu (31/10/2018), memberikan motivasi terhadap warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas IIA Perempuan, Merdeka Palembang. 
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--- Sebagai seorang pengusaha sukses yang sempat mengalami masa sulit sebelumnya, Lucianty Pahri, Rabu (31/10/2018), memberikan motivasi terhadap warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas IIA Perempuan, Merdeka Palembang.
Kehadiran mantan anggota DPRD Sumsel tersebut, disambut ratusan warga binaan, yang saat ini sedang menjalani proses hukuman.
"Intinya suatu kegagalan adalah kesuksesan  yang tertunda. Jadi kalau disini harus berfikir harus apa dan jangan sampai kembali kesini lagi, dalam artian sebagai warga binaan," kata Lucianty.
Seperti diketahui Lucianty Pahri juga pernah merasakan tinggal di balik jeruji besi.
 

Lucianty Pahri merupakan mantan narapidana kasus suap.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang, Sumatera Selatan menjatuhkan vonis 18 bulan penjara.

Dia terbukti menyuap terkait pengesahan RAPBD Muba tahun 2015 dan LKPJ 2014.

Istri mantan Bupati Muba Azahari ini mengungkap ada 5 poin motivasi yang disampaikan, yaitu warga binaan harus betul- betul menyadari kesalahan ke Allah SWT untuk perubahan kualitas hidup ke depan. 
"Saya dengar selama ini, rata- rata jadi korban akibat dijebak tidak ada yang menyesali kesalahan, sehingga dengan adanya kesadaran itu, tidak akan melakukan kesalahan atau pelanggaran hukum dikemudian hari," ujarnya.
Kedua, warga binaan diungkapkan calon anggota DPD RI dapil Sumsel ini, warga binaan harus bisa menyakinkan diri sendiri untuk siap dan mampu melangkah lebih baik dari banyak kegagalan.
"Kita harus mengikuti realitas yang ada, kadang kita tidak mau menerima kondisi sekarang. Sehingga perlu intropeksi, agar kedepan tidak terulang lagi, dan kita harus berpikir jadi warga binaan ini pertama dan harus terakhir," capnya.
Poin ketiga, yaitu membuka potensi dan kesempatan yang ada, untuk memulai kesempatan dalam mencari nafkah yang halal.
"Setelah keluar, kita harus bangkit kembali ke masyarakat, karena sanksi sosial memang berat"
"Saya pas 2 hari keluar dari sini, mau antar anak saya sakit ke RS, ternyata masih ada ibu-ibu yang belum mau menerima kondisi kita. Tapi hal itu anggap saja sebagai cobaan, dan kita harus kuat," tandasnya.
Poin ke empat, Owner D'Matto Art ini, agar para warga binaan untuk selalu bertawakal, berdoa kepada Allah agar diberikan kemudahan dan rezeki.
"Jadi kita harus mengambil hikmah dibalik cobaan, agar lebih dapat menyadari atas segala nikmat yang diberikan Allah," tutur Lucianty yang sempat menjadi warga binaan ditempat tersebut sekitar 1 tahun.
Sementara Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang Merdeka, Tri Anna Aryati mengungkapkan, sosok Lucianty bisa menjadi contoh bagi warga binaan di LP Perempuan.

Baca: Diisukan Jadi Alasan Roger Danuarta Mualaf, Ibunda Cut Meyriska Ungkap Fakta Ini, Sebut Pria Tajir

Agar kedepan bisa hidup normal lagi dilingkungan keluarga dan masyarakat, jika kelak menghirup udara bebas.
"Lucianty sengaja diundang kesini, karena saya lihat, saya pandang dan rasakan, Mama Lucianty sosok seorang ibu dan pengusaha sukses, yang bisa dijadikan tauladan"
"Dimana pengalaman hidup dan cobaan telah dialami selama ini dan bisa bangkit kembali. Sehingga ini jadi motivasi bagi warga binaan karena yang ada disini bukan berati semuanya mati, masih ada jalan kedepan untuk berbenah," tukasnya
Dilanjutkan Tri, jumlah warga binaan di LP Perempuan Merdeka Palembang, terdapat 499 orang, dan 50 persen lebih karena penyalahgunaan narkoba.
Dimana peran mama Lucianty juga cukup besar, dengan peduli kepada warga binaan dalam bentuk pelatihan, diantaranya pelatihan ternak ikan lele.
"Kita harap, setelah keluar dari sini mereka bisa kembali kelingkungannya dan tidak kembali lagi kesini karena menjalani proses hukuman," pungkasnya.
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved