Dua Pemuda Asal Muaraenim dan Lahat Sukses di Malaysia, Raih Runner Up Ogfest 2018

Mereka meraih peringkat Runner Up di Ogfest 2018 yang diadakan University Technology Malaysia (UTM) belum lama ini

Dua Pemuda Asal Muaraenim dan Lahat Sukses di Malaysia, Raih Runner Up Ogfest 2018
ISTIMEWA
JUARA -- Tim Akamigas Cepu, dua di antaranya mahasiswa asal Sumsel Joeshua Aprileo Pratama (tengah), dari Muara Enim, dan Arby Firmansyah Nasrun (dua dari kanan) asal Lahat Sumsel. 

Citizen  Jurnalism 
Oleh : Bagas Pratama

SEBANYAK lima mahasiswa PEM (Politeknik Energi dan Mineral) Akamigas Cepu yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meraih peringkat Runner Up di Ogfest 2018 (Oil & Gas Festival 2018) yang diadakan University Technology Malaysia (UTM) with Society Petroleum Engineer University Technology Malaysia (SPE-UTM), 18 Oktober lalu.

Lima mahasiswa tersebut, dua diantaranya merupakan putra daerah Sumatera Selatan, yakni Joeshua Aprileo Pratama, dari Muara Enim, dan Arby Firmansyah Nasrun dari Lahat.
Sementara tiga rekannya yakni Muhammad Mirza Humayun (Jepara), Booy Alva Batkormbawa (Maluku) dan Taufik Budi Wibowo asal Salatiga.

Kompetisi minyak dan gas tingkat Internasional itu diikuti delapan tim dari tiga negara. Perguruan tinggi yang ikut berkompetisi dalam ajang tersebut yakni Palawan State University, PEM Akamigas Cepu, University Technology Malaysia, STT Migas Balikpapan, University Islamic Riau dan Asia Pasifik University. Joeshua dan empat rekannya mewakili PEM Akamigas Cepu dengan nama tim Kraken Vyatra, membawa karya berupa Semi Submersible Platform Offshore (desain rig lepas pantai) yang efektif, aman dan ekonomis.

Tim Kraken Vyatra meraih predikat 1st Runner Up di bawah Palawan State University dari Filipina.
Joeshua mengaku bahagia dan bangga dapat mengikuti lomba bertaraf internasional mewakili almamaternya. "Tentunya perasaan bahagia dan bangga, ditambah lagi ini pengalaman pertama mengikuti lomba di kancah internasional," ujarnya. "Alhamdulillah berhasil bisa membawa nama Indonesia ke kancah Internasional di bidang Oil dan Gas," pungkasnya.

Ia dan tim juga bersyukur bisa membanggakan orang tua dan almamater. "Alhamdulillah juga bisa membanggakan orang tua, kampus Himpunan Mahasiswa Eksplorasi dan Produksi (HIMA-EP) dan daerah tercinta Sumsel ke kancah internasional," tukasnya.

Hal yang sama dirasakan Arby, rekan Joe dari Lahat. Atas prestasi ini, penyelenggara lomba memberikan uang sebesar RM 800 kepada tim Kraken Vyatra. Mereka juga akan mendapat bonus dari kampusnya.(*)

Editor: Lisma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved