Pilpres 2019

Pramuka Teriak 2019 Ganti Presiden, Walikota Surabaya Minta Pelajar Tak Jadi Alat Kampanye

Dia berharap siswa berseragam pramuka dalam video tersebut bukan warga Surabaya.

Pramuka Teriak 2019 Ganti Presiden, Walikota Surabaya Minta Pelajar Tak Jadi Alat Kampanye
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendesak semua pihak agar anak-anak tidak dipengaruhi atau bahkan tidak dilibatkan dalam politik praktis.

Tanggapan itu disampaikan Risma setelah munculnya video viral yang memperlihatkan aksi sejumlah pelajar berseragam pramuka meneriakkan " 2019 ganti presiden".

Dalam video berdurasi 1 menit itu terlihat ratusan siswa dan beberapa orang dewasa yang mengenakan seragam Pramuka meneriakkan jargon politik "2019 ganti presiden".

Dalam video itu pula tercatat ada 3 kali seruan 2019 ganti presiden yang mereka teriakkan.

Dia berharap siswa berseragam pramuka dalam video tersebut bukan warga Surabaya.

Meski Risma seorang politikus, dia tidak ingin anak-anak di Surabaya dipengaruhi pikirannya dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai alat kampanye menjelang Pilpres 2019.

"Saya mau anak-anak Surabaya konsentrasi terhadap masa depannya. Saya minta tidak ada satupun pihak yang mengajak mereka turun di politik praktis," jelas Risma, Selasa (16/10/2018).

Anak-anak terlibat atau dilibatkan dalam pengaruh politik seperti itu, menurut Risma, tidaklah pantas.

Sebab, waktu mereka seharusnya disibukkan untuk belajar, mengejar prestasi, dan meraih masa depan yang cerah.

"Saya ingin anak-anak Surabaya bisa sejajar dengan anak-anak di dunia. Persaingan jauh lebih besar, apalagi tahun 2020 sudah memasuki globalisasi ekonomi," imbuh Risma.

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved