Berita Lahat

Data Kecelakaan Lalulintas Lahat, Naik Tiap Tahun, Selama September 2018 Sudah 49 Orang Tewas

Korban meninggal dunia di September 2018 sebanyak 49 orang, 22 luka berat, 51 luka ringan dan kerugian materi Rp 151,9 juta

Data Kecelakaan Lalulintas Lahat, Naik Tiap Tahun, Selama September 2018 Sudah 49 Orang Tewas
Sripo/ Ehdi Amin
Anggota Satlantas Lahat menunjukkan cara berkendara yang baik dan benar kepada komunitas otomotif di lahat? 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - Kendati kerap diingatkan supaya selalu mengutamakan keselamatan berlalu lintas namun angka kecelakaan tak juga turun tajam.

Tercatat kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polres Lahat meningkat.

September tahun ini saja sudah terjadi 61 kasus.

Baca: Prabowo Ultah ke-67, Asisten Pribadi Ungkap Sisi Lain dari Calon Presiden RI, Ini Lagu Kesukaannya

Baca: Jalan Desa Kasai Ambles, Tembok Penahan Longsor, 5 Desa di Muaraenim Terancam Terisolir

Korban meninggal dunia (MD) sebanyak 49 orang, 22 luka berat (LB), 51 luka ringan (LR).

Kerugian materi mencapai Rp 151,9 juta.

Angka ini melebihi kasus di tahun 2017 yang mencapai 58 kasus, dan tahun 2016 hanya 50 kasus.

"Benar, tahun ini angka kecelakaan meningkat. Jumlah korbannya pun meningkat," ujar Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK, melalui Kasat Lantas, AKP Dani Prasetya, Rabu, (17/10/2018).

Dani membeberkan, untuk tahun 2016 saja ada 50 kasus, dengan korban MD 37 orang, LB 21 orang, LR 42 orang, taksiran kerugian material Rp 140 juta.

Baca: Ambisi Sang Mantan Rahmad Hidayat Hadapi Kekuatan Sriwijaya FC, SFC vs PSMS, Kamis (18/10/2018)

Baca: Bek Sriwijaya FC Marckho Sandy Meraudje Menghilang Usai Komunikasi dengan Pihak Timnas

Angka ini mulai meningkat ditahun 2017 sebanyak 58 kasus. Dengan korban MD 48 orang, LB 22 orang, LR 42 orang, dan kerugian material Rp 244 juta.

"Untuk menekan angka kecelakaan lantas ini, kita terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya melalui sosialisasi safety driving, di sekolah-sekolah maupun komunitas otomotif di lahat," beber Dani.

Disinggung penyebab meningkatnya angka kecelakaan, Dani mengatakan, selain tekstur jalan, ditambahnya banyaknya truk berukuran besar yang berbagi jalan dengan pengendara lain.

Baca: Asal Usul Paskhas TNI Angkatan Udara, dari Penerjun Kotawaringin Menjadi Pasukan Elit

Baca: Terjadi Perkelahian Sesama Pelajar SMP di OKU Selatan, Satu Meninggal Dunia Usai DIhantam Balok

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, mayoritas peristiwa kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengemudi kendaraan.

"Mulai dari kondisi fisik lelah, hingga akibat kurang konsentrasi selama mengemudi. Belum lagi karena kendaraan tidak layak jalan, mulai dari persoalan rem hingga komponen lainnya," tutupnya. (SP/ Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved