Target 2025 Energi Panas Bumi Indonesia Capai 7.200 MW, Salah Satunya Dikembangkan di Sumsel

Di Indonesia Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) telah beroperasi di Kamojang, Jawa Barat sejak 1983

Target 2025 Energi Panas Bumi Indonesia Capai 7.200 MW, Salah Satunya Dikembangkan di Sumsel
Tribunsumsel.com/ Euis RS
Seminar 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Di Indonesia Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) telah beroperasi di Kamojang, Jawa Barat sejak 1983.

Hingga saat ini PLTP tersebut sudah memproduksi 200 MW, dan ditargetkan sebesar 7.200 MW (megawatt) ditahun 2025 mendatang.

Baca: Hasil Babak Pertama, Persebaya Tertinggal Oleh Borneo FC, Tonton Streamingnya Disini

“Untuk kepentingan penyediaan energi di masa depan yang sustainable kita harus beralih untuk berpikir jangan bicara energy fosil terus tapi kita mengembang kan energy terbarukan dalam hal ini kita bicara panas bumi," ujar Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Prijandaru Effendi.

Baca: Jadi Janda di Usia 18 Tahun, Salmafina Sunan Ungkap Alasan Mau Dinikahi Taqy Malik

Sementara itu, Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk memanfaatkan sumber daya panas bumi yaitu 9,2 GW (Gigawatt).

Baca: Thierry Henry Resmi Latih Falcao dkk di AS Monaco, Debut Pertama Lawan Starsbourg

Namun menurut data yang dikatakan Kepala Subdit Pengawasan Eksplorasi & Eksploitasi Panas Bumi Kementrian ESDM Indonesia, Budi Herdiyanto, di Indonesia pemanfaatan panas bumi hanya mencapai sebesar 1948,5 MW,hanya 5 persen dari potensi yang dimiliki saat ini atau 11 persen dari cadangan sebesar 11 GW.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah terus mendorong pengembangan potensi energi yang diklaim memiliki keuntungan ramah lingkungan ini agar dapat digunakan sebanyak mungkin serta menjadi pemanfaatan yang baik bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat.

“Langkah-langkah kebijakan pemerinah juga kan untuk menarik investor, kemudian tentunya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, listrik tidak hanya dari panas bumi, ada EBT lainnya seperti PLTA, PLTSurya, PLT Bayur, Bio energy”, katanya.

Khusus untuk hasil panas bumi di targetkan mencapai 7,2 GW ditahun 2025.

Energy baru terbarukan  (EBT) dapat  berkontribusi sebesar 23 persen dari energy mix nasional di tahun 2025.

Kemudian diturunkan, sehingga hasil dari panas bumi harus pat berkontribusi sebesar 7,2 GW yang tentu ada prasyarat atau ada kondisi yang di supply dengan harga terjangkau oleh masyarakat.

Ditambahkannya, di Sumatera Selatan kini sudah ada beberapa titik wilayah kerja pemanfaatan panas bumi sebagai penghasil listrik masyarakat.

Daerah tersebut meliputi Lumut Balai Muara Enim yang dikelola oleh Pertamina Gheotermal Energy, daerah Rantau Dedap yang dikelola oleh PT Supreme Energy, dan WPSPE tanjung sakti, dan WKP Danau Ranau yang dikelola oleh PT PLN Persero.

“Sebetulnya sudah tersebar terutama Jawa Barat sebagai penghasil produksi panas bumi terbesar, setelah itu Sumatera Selatan juga banyak”, kata Budi.

Energi yang ramah lingkungan ini tentu akan berkolerasi untuk mengurangi gas rumah kaca, dimana Indonesia memiliki komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca yaitu sebesar 30 persen.

Ini merupakan langkah sebagai penyeimbang energy-energy lainnya, dan panas bumi salah satu yang memiliki kontribusi cukup besar.

Penulis: Euis Ratna Sari
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help