Sriwijaya Geology Festival 2018 Bahas Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk meminimalisir pemanfaatan energi fosil yang dilakukan secara bertahap

Sriwijaya Geology Festival 2018 Bahas Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan
Tribunsumsel.com/ Euis RS
Seminar 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -  Pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk meminimalisir pemanfaatan energi fosil yang dilakukan secara bertahap.

Pemanfaatan panas bumi menjadi sebuah materi penting yang menjadi pembahasan dalam seminar Nasional Sriwijaya Geology Festival 2018, yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya di gedung Bina Praja, Palembang, Sabtu (13/10/18)

Seminar ini berlangsung sejak pukul 08.30 pagi yang dibuka oleh Gubernur Sumsel yang diwakili oleh Asisten II Bidang Keuangan dan pembangunan hingga pukul 16.00 WIB.

Baca: Manajemen SFC Minta Tolong, Suporter Jangan Lakukan Chant SARA & Koreografi Hinaan

Sebanyak 10 perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi peserta dalam seminar  Nasional Sriwijaya Geology Festival 2018, yaitu Universitas Jambi, Jurusan Teknik geologi ; Institut tekhnik Sumatera Lampung; Universitas Trisakti, Tekhnik Geologi; UPN Veteran Jogja, Jurusan Teknik Geologi.

Baca: Target 2025 Energi Panas Bumi Indonesia Capai 7.200 MW, Salah Satunya Dikembangkan di Sumsel

Universitas Diponegoro, Jurusan Teknik geologi; Universitas Hasanuddin Makasar, Teknik Geofisika; Universitas Sriwijaya, Teknik Elektro, Teknik Tambang dan Teknik Mesin;Institut Teknologi Bandung, Jurusan Teknik Geologi  dan Geofisika; Universitas Lampung, Jurusan Teknik Geofisika dan Politeknik Sriwijaya, Jurusan Energi.

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Prijandaru Effendi mengatakan pemanfaatan dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) merupakan salah satu upaya kepentingan penyediaan energi di masa depan yang bertahan lama dan tidak habis penggunaannya.

Energy baru terbarukan (EBT) yang berasal dari panas bumi akan menjadi energi yang tidak bersifat fluktuatif seperti energi fosil yang kini digunakan oleh manusia.

Maka dari itu materi pengembangan EBT sangat penting untuk di paparkan dan dikenalkan kepada mahasiswa.

“Sampai saat ini kita masih bergantung besar terhadap energy fosil, padahal kita tau energi fosil itu suatu saat pasti akan habis. Ada energi yang secara nature nya itu sustainable jadi tidak akan habis selama kita dapat memaintanance siklusnya dengan baik, maka energi tidak akan habis yang kita sebut energi terbarukan, salah satunya panas bumi”, ujarnya.

Sebagai mahasiswa jurusan Geologi, Ammonian Maula Muhammad Zikri, sebagai Ketua Pelaksana Sriwijaya Geologi Festival 2018 mengungkapkan, isi materi yang disampaikan merupakan hal penting untuk mereka miliki.

Penulis: Euis Ratna Sari
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help