Bukan Politik, Ini Alasan Presiden Jokowi Batalkan Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium

Presiden Joko Widodo angkat bicara soal langkahnya membatalkan kenaikan harga premium di menit-menit terakhir

Bukan Politik, Ini Alasan Presiden Jokowi Batalkan Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium
HBO Asia
HBO Asia membuat meme Presiden Jokowi memakai jubah Jon Snow, pemeran film Game of Thrones, Jumat (12/10/2018). Dalam pidato di forum IMF Bali, Presiden Jokowi menganalogikan kondisi ekonomi global seperti serial film Game of Thrones. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) angkat bicara soal langkahnya membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak ( BBM) jenis premium di menit-menit terakhir.

Jokowi mengakui bahwa pemerintah sudah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak, termasuk jenis premium, sejak satu bulan lalu.

Baca: Putri Presiden Jokowi Kahiyang Ayu Tampil Beda, Lihat Penampakan Model Rambutnya Sekarang

Baca: Maia Estianty Sebut Idol Junior Dikecam Tak Nyayikan Lagu Anak, Begini Respon Rizki Febian

Keputusan tersebut diambil karena kenaikan harga minyak mentah.

"Kenaikan harga BBM, tidak hanya premium saja, pertamax, dex, itu memang sudah kita bicarakan sebulan lalu, dan sudah kita putuskan naik, naik," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Bogor, Sabtu (13/10/2018).

Namun, Jokowi mengakui, belakangan ia mendapatkan hitung-hitungan baru bahwa konsumsi masyarakat akan menurun jika harga BBM jenis premium dinaikkan.

Baca: Lagu Sholawat Islami Terbaru Nissa Sabyan yang Paling Menenangkan dan Mendamaikan Hati

Baca: Bersahabat Baik dengan Raffi Ahmad, Irwansyah Panggil Nagita Slavina dengan Sebutan Istriku

Padahal, konsumsi masyarakat ini sangat penting bagi perekonomian yang masih tergantung pada sektor konsumsi.

"Karena pertumbuhan ekonomi sekarang ini, kita masih ditumpu 56 persen oleh konsumsi. Kita dalam proses membalikkan dari konsumsi ke produksi, tapi ini belum sampai," kata Jokowi.

Di saat bersamaan, Jokowi juga mendapat hitung-hitungan dari Pertamina.

Perusahaan plat merah itu ternyata tidak akan mendapat keuntungan signifikan jika harga BBM jenis premium dinaikkan menjadi Rp 6.900- Rp 7.000 per liter.

"Kemarin setelah saya dapat laporan terakhir dari pertamina, berapa sih kalau kita naikkan segini, dihitung lagi keuntungan tambahan di Pertamina. Tidak signifikan," ucap Jokowi.

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved