Women Cricis Center (WCC) : Anak-anak Jadi Pelaku Sekaligus Korban Kekerasan Seksual, Ini Sebabnya

Saat ini angka terbanyak masih berada pada kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan seksual serta perkosaan terhadap perempuan

Women Cricis Center (WCC) : Anak-anak Jadi Pelaku Sekaligus Korban Kekerasan Seksual, Ini Sebabnya
Tribun Sumsel/ Euis Ratna Sari
Direktur Eksekutif Woman Crisis Center (WCC) Palembang, Yeni Roslaini 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Perilaku kekerasan terhadap wanita masih saja kerap terjadi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Women Crisis Center (WCC) Palembang, sepanjang tahun 2018 hingga di bulan September 2018 WCC mendampingi beragam kasus intimidasi perempuan sebanyak 95 kasus.

Sepanjang tahun 2017, ada sebanyak 187 kasus yang didampingi oleh WCC.

Dari total angka tersebut, hingga saat ini angka terbanyak masih berada pada kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan seksual serta perkosaan terhadap perempuan.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018, Kemenpan RB Coret Kota Bengkulu dari Daftar Instansi Penerimaan CPNS 2018

Baca: Pangeran Mohammed bin Salman Dituding Jadi Dalang Tewasnya Jurnalis Jamal Khashoggi di Turki

Hingga September 2018, kasus KDRT ada sebanyak 24 kasus dan pelecehan serta perkosaan ada sebanyak 54 kasus.

Namun, di tahun 2017, KDRT ada sebanyak 57 kasus dan pelecehan seksual serta perkosaan ada sebanyak 63 kasus.

Direktur Eksekutif Woman Crisis Center (WCC) Palembang, Yeni Roslaini mengatakan dua kasus kekerasan ini kerap terjadi pada perempuan dibawah usia 18 tahun.

Mengejutkan, bahwa pelaku kekerasan seksual merupakan anak-anak yang juga usianya sebaya atau sama dibawah usia 18 tahun, meski memang terdapat pula pelaku yang merupakan orangtua sendiri.

Menurut Yeni, ada dua penyebab pelaku melakukan hal tersebut. Pelaku yang masuk dalam kategori anak-anak itu karena adanya candu dalam menyaksikan film yang seharusnya tidak mereka tonton, sehingga muncul reaksi keingin tahuan terhadap diri pelaku.

Baca: Raih Emas di Huaian China, Climber Aries Spiderwoman Susanti Persembahkan Untuk Korban di Palu

Baca: Khusus Kemendikbud, Ini Perubahan Tanggal Maksimal Pengiriman Berkas CPNS 2018, Jangan Lupa

“Mirisnya karena kekerasan seksual banyak sekali dialami oleh anak-anak usianya dibawah 18 tahun."

"Itu ada yang dilakukan oleh usia sebaya mereka yang berarti pelakunya juga anak-anak, kemudian ada juga pelaku yang merupakan orang yang mereka kenal seperti tetangga atau orang tua”,

“Mereka menonton atau melihat tayangan pornografi, keingintahuan mereka kemudian membuat mereka ingin melakukan hal itu, upaya coba-coba. Tapi kalau pelakunya orang dewasa itu ada unsur mempelajari keadaan dimana anak perempuan sedang sendiri”, jelas Yeni.

Merujuk pada data angka yang diperkirakan semakin banyak, WCC Palembang terus memberikan pendampingan bagi perempuan yang menjadi korban kekerasan.

Baca: University of Oxford Kampus Terbaik Dunia Versi Times Higher Education, UI Merangsek Masuk 600 Besar

Baca: Kumpulan Daftar Film Bioskop yang Tayang di Oktober 2018, Mulai Asih, Venom Hingga 3 Dara 2

Pendampingan ini tidak hanya berupa wujud namun juga diberi secara moral, untuk mengembalikan keseimbangan psikologis korban kekerasan.

Hingga saat inipun, WCC Palembang terus mencoba membangun kekuatan kolektif perempuan, dan mencoba menyadarkan public akan masalah-masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Penulis: Euis Ratna Sari
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help