Berita Palembang

Mahasiswa di Palembang Jadi Mucikari, Tawarkan Jasa 2 Wanita Panggilan di Grup Komunitas Facebook

Tersangka ditangkap usai mengantarkan wanita panggilan berinisial BA (23) dan EA (18) kepada seorang pria hidung belang di lobi hotel

Mahasiswa di Palembang Jadi Mucikari, Tawarkan Jasa 2 Wanita Panggilan di Grup Komunitas Facebook
thelocal.se
Ilustrasi PSK 

Henny menambahkan, jika Korban BA dan EA, meminta untuk dijual sebesar Rp 500 ribu kepada tersangka. Lalu pelaku lewat FB menjualnya.

Baca: Women Cricis Center (WCC) : Anak-anak Jadi Pelaku Sekaligus Korban Kekerasan Seksual, Ini Sebabnya

Baca: Sindir Judul FTV Zaman Now di Indonesia, Ini Kata Deddy Corbuzier Soal Karma

Namun, petugas berencana melakukan penyamaran sebagai lelaki hidung belang yang akan memesan korban tersenut melalui tersangka AG.

"Tentu pelaku Mucikari tersebut berhasil kita tangkap, setelah turun dari mengantarkan kedua wanita tersebut di kamar hotel," ujarnya.

Sementara, tersangka AG saat ditemui di ruang piket Satreskrim Polresta unit Pidana Khusus (pidsus) mengakui perbuatannya.

AG mengatakan kalau ia hanya disuruh oleh kedua wanita panggilan tersebut untuk mencarikan pelanggan.

"Mereka yang minta dicarikan pria hidung belang Pak, dengan harga Rp 500 ribu. Jadi langsung saya masukan di group fb Komunitas Palembang Kesepian," ujar pria yang masih berstatus sebagai mahasiswa semester 7 ini.

Baca: Jadwal Uji Coba Kedua dan Live Streaming RCTI Timnas Indonesia U-19 vs Yordania

Baca: Raih Emas di Huaian China, Climber Aries Spiderwoman Susanti Persembahkan Untuk Korban di Palu

Tak lama ia memposting dan mempromosikan wajah kedua korban BA dan EA, selanjutnya AG pun ditelpon pemesan yang hendak memakai "jasa" kedua wanita tersebut.

"Saya bilang untuk satu wanita Rp 500 ribu Pak. Setelah sepakat, barulah kami berjanjian untuk bertemu di kamar hotel. Tapi, saya ditangkap polisi setelah mengantarkan kedua wanita itu ke kamar hotel Pak. Saya tidak tahu, ternyata yang memesan itulah polisi," ungkapnya sambil menundukkan kepala karena malu.

Penulis: Tiara Anggraini
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help