Ini 7 Sebab Indonesia Rawan Diguncang Gempa Bumi, Diantaranya Terletak di Titik pertemuan 3 Lempeng

Ini 7 Sebab Indonesia Rawan Diguncang Gempa Bumi, Diantaranya Terletak di Titik pertemuan 3 Lempeng

Ini 7 Sebab Indonesia Rawan Diguncang Gempa Bumi, Diantaranya Terletak di Titik pertemuan 3 Lempeng
Visualisasi gempa, kecil-menengah-besar di Indonesia dalam kurun waktu 40 tahun, 1973-2013. 

Lempeng ini bergerak miring dengan kecepatan 60 mm per tahun dan komponen di belahan kanannya didorong oleh sesar mendatar/lateral di Pulau Sumatra, terutama sesar besar Sumatera.

Pada 2 Juli 2013, gempa bermagnitudo 6,1 mengguncang Provinsi Aceh.

Gempa ini disebabkan oleh lempeng Sunda yang bersubduksi dengan lempeng Indo-Australia.

 Pergerakan lempeng mengakibatkan wilayah di Sumatera berguncang.

Selain itu, beberapa daerah di wilayah Indonesia bagian selatan juga mengalami gempa bumi, mulai dari yang bermagnitudo relatif kecil hingga yang terbesar.

5. Indonesia terletak di antara pertemuan dua lempeng benua besar dan patahan Semangko

Provinsi Sumatera Barat adalah berada di wilayah pertemuan dua lempeng benua besar (lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia) dan patahan Semangko.

Di dekat pertemuan lempeng ada pula sesar Mentawai.

Ketiganya adalah daerah seismik aktif.

Menurut catatan para ahli seismik, Sumatera Barat memiliki siklus gempa besar 200 tahun yang pada awal abad 21 telah memasuki periode siklus berulang.

6. Persebaran sesar-sesar aktif di seluruh Indonesia

Wilayah Indonesia berpotensi tinggi terjadi gempa bumi karena posisinya di pertemuan tiga lempeng utama dunia.

Yakni, Lempeng Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik.

Dari pertemuan ketiga lempeng ini, ada sekitar enam pertemuan lempeng aktif yang berpotensi memicu gempa bumi kuat.

7. Indonesia memiliki banyak gunung berapi

.
Indonesia memiliki banyak gunung berapi. (WIKIMEDIA.ORG)

Indonesia berada di wilayah Sabuk Alpine.

Itulah alasan mengapa Indonesia memiliki banyak gunung berapi aktif maupun tidak aktif.

Sebuah gunung api yang masih aktif akan mengeluarkan magma dalam bentuk letusan.

 Letusan bisa berupa letusan besar atau ringan.

Daerah di sekitar gunung berapi juga rentan terhadap gempa bumi.

Ketika gunung berapi meletus, daerah sekitarnya akan mengalami gempa bumi, tergantung pada besarnya letusan.(*)


Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved