ASN Perempuan Keracunan Asap Rokok

ASN Perempuan Pemkot Palembang Keracunan Asap, Perokok Aktif Minta Buatkan Balkon Tempat Merokok

Dinas tempatnya bekerja sudah disurvei oleh Dinkes. DN salah satu orang yang memiliki kadar asap cukup tinggi, tetapi dia tak begitu terkejut

ASN Perempuan Pemkot Palembang Keracunan Asap, Perokok Aktif Minta Buatkan Balkon Tempat Merokok
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-"Tak merokok setelah habis makan terasa kurang lengkap". Begitulah pernyataan sejumpah ASN lelaki yang diwawancarai Tribun Sumsel beberapa hari lalu.

Seperti DN yang dijumpai usai makan siang, dia bersama sekumpulan pria-pria "ahli hisap" sedang duduk di bawah pohon halaman kantor mereka sambil merokok.

"Habis makan siang, waktu istirahat masih panjang jadi kami habiskan waktu untuk merokok di sini," ujarnya.

Dinas tempatnya bekerja sudah disurvei oleh Dinkes. DN salah satu orang yang memiliki kadar asap cukup tinggi, tetapi dia tak begitu terkejut karena memang perokok aktif.

Baca: ASN Perempuan Pemkot Palembang Keracunan Asap Rokok karena Banyak Pria Merokok di Ruang Kerja

Baca: Herman Deru : Perbaikan Jalan Provinsi di OKI Jadi Fokus Tahun Pertama Jabat Gubernur Sumsel

"Kemarin kami memang menjalin tes kesehatan, saya memang perokok, sulit untuk memberhentikannya, dengan merokok saya merasa lebih nyaman, santai saat bekerja tidak stres," jelasnya.

Saat disinggung rokok tak hanya berbahaya bagi pengonsumsinya, namun juga bagi orang sekitar atau yang sering disebut perokok pasif, terutama kaum perempuan, DN seolah tak perduli.

Dia mengatakan banyak faktor yang menyebabkan seseorang punya kadar asap tinggi di tubuh, bukan hanya karena perokok aktif yang ada di sekitarnya.

"Mungkin wanita itu menghisap asap kebaran hutan, sering ke pasar menggunakan motor tentu polusi knalpot dan sebagainya, bukan hanya karena kami yang perokok aktif," ungkapnya.

Selain itu ia juga menambahkan bila selama ini dirinya tidak sembarangan untuk merokok, apalagi di tempat yang memang dilarang.

"Saya kerja di ruangan yang tidak terlalu luas, lagian full AC dan memang dilarang merokok saat sedang bekerja," katanya. Itu sebabnya jam makan siang jadi kesempatan.

Baca: Istri Indro Warkop Meninggal - Ini Alasan Ada Perokok yang Lolos dari Kanker Paru-paru

Baca: Harnojoyo Ajak Bujang Gadis Unsri Promosikan Pariwisata Palembang

"Saya gunakan sebaik-baiknya untuk kesempatan merokok, atau saat jenuh dalam bekerja saya akan turun ke luar kantor dan merokok," terangya.

Meski tak diberikan tempat khusus untuk merokok, tentu ia harus keluar ruangan mencari udara bebas dan melakukan kebiasaan buruknya tersebut, baginya tidak merokok di dalam ruangan sudah sebagai cara menghargai peraturan dan rekan kerja terutama perempuan.

"Kalau bisa diharapkan dibuatkan balkon jadi ngerokok gak harus turun atau nunggu jam istirahat," katanya. (cr6)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help