Berita Prabumulih

Walikota Prabumulih Ridho Yahya Punya Kebiasaan Pegang Kening Jenazah Saat Melayat, Ini Alasannya

Walikota Prabumulih, Ridho Yahya mengaku punya kebiasaan khusus memegang kening jenazah saat takziah atau melayat orang meninggal dunia

Walikota Prabumulih Ridho Yahya Punya Kebiasaan Pegang Kening Jenazah Saat Melayat, Ini Alasannya
Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana
Walikota Prabumulih Ridho Yahya (kanan) saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti Ikiri) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH – Walikota Prabumulih, Ridho Yahya mengaku punya kebiasaan khusus saat takziah atau melayat orang meninggal dunia.

"Kalau melayat orang meninggal, saya pasti pegang kening jenazah. Kebiasaan saya sejak tahun 2007 itu, kalau melayat orang meninggal pasti lakukan itu," kata Ridho saat berbincang dengan TribunSumsel.com, Selasa (9/10/2018).

Kebiasaan tersebut, lanjut Ridho, sebagai salah satu upaya introspeksi diri dan membersihkan hati dari sifat tercela.

Baca: Kejari Lubuklinggau Tetapkan 3 Tersangka Baru Korupsi Pembangunan Akademi Komunikasi Negeri Mura

Baca: Usai Duel Khabib-Conor, Jadwal Tinju : Tyson Fury vs Wilder dan Floyd Mayweather vs Pacquiao

"Begini, kita ini kan sebagai manusia ada perasaan jahat, iri, dengki, sombong dan sebagainya. Untuk mengobati sikap buruk itu, maka kita harus mengingat mati," ungkap adik Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya tersebut.

Saat melayat ke rumah duka, selain mengucapkan belasungkawa kepada keluarga ahli musibah, membaca surat yasin untuk mayit, Ridho menjadikan momen takziah sebagai sarana muhasabah (instrospeksi diri).

"Sambil pegang kening jenazah, kita juga baca kalam Illahi dan salawat. Di situ kita juga merenung sambil memandangi wajah mayit, kita muhasabah, ‘kenapa kita sebagai manusia harus sombong? Kenapa kita angkuh? Kenapa kita menyakiti orang lain?’ Toh kita kan meninggal dunia juga. Apa sih hebatnya kita?" kata Ridho menjelaskan kebiasaan spiritualnya itu.

"Apa sih yang perlu disombongkan sebagai seorang presiden, seorang gubernur, soerang walikota?" lanjutnya.

Baca: Petani di Lahat Punya Cara Jitu Tangkal Hama, Sawah Sekarang Bebas Kepik, Pianggang dan Serangga

Baca: Indra Sjafri Tetapkan 23 Nama Pemain TImnas Indonesia di Piala Asia U-19, Pemain Persib Lakoni Debut

Sebagai muslim yang taat, Ridho percaya apa yang manusia perbuat semasa hidup dan bermanfaat bagi orang lain, maka pahalanya terus mengalir meski telah meninggal dunia.

"Makanya dengan kita menghilangkan sifat buruk dalam diri dan selalu berbuat baik, ketika kita dipanggil oleh Yang Mahakuasa, orang akan selalu ingat dengan kebaikan kita dan mendoakan kita," paparnya.

Ridho juga selalu ingat pesan orang almarhum orang tuanya dulu jika ingin meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

"Pertama kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki. Kedua, kita harus sebanyak-banyaknya bermanfaat bagi orang lain. Sapa, salaman, senyum juga cukup, syukur-syukur kita bisa bantu atasi kesulitan saudara kita. Yang ketiga, jangan suka menyakiti fisik maupun hati orang lain," katanya.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help