Berita OKU TImur

Pemkab OKU Timur Lepas Status Hutan 523 Hektare Melalui Program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA)

wilayah Villamasin Kecamatan Jayapura yang terdapat hutan produksi akan dilepas untuk masyarakat melalui program Tora seluas 523 Hektar

Pemkab OKU Timur Lepas Status Hutan 523 Hektare Melalui Program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA)
Sripo/ Evan Hendra
Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat meninjau lokasi hutan kawasan yang akan dilepas melalui program Tora. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Tanah Objek Reformasi Agraria (Tora) yang sebelumnya merupakan kawasan hutan diarahkan agar dapat memberikan kepastian hukum atas penguasaan tanah untuk masyarakat.

Seperti yang ada di Kabupaten OKU Timur wilayah Villamasin Kecamatan Jayapura yang terdapat hutan produksi dan akan dilepas untuk masyarakat melalui program Tora seluas 523 Hektar (Ha) untuk rakyat.

Menurut Bupati OKU Timur HM Kholid MD usai meninjau lokasi Selasa (10/10/2018) mengatakan, pemerintah selama ini tidak bisa melakukan pembangunan di wilayah tersebut karena merupakan hutan kawasan.

Baca: Herman Deru Puji Pembangunan Muba Berkembang Pesat, Layak Jadi Tuan Rumah Kegiatan Nasional

Baca: Ide-id, Komunitas Relawan Mengajar Bahasa Inggris dan Mengaji Anak-anak Kurang Mampu di Palembang

Namun dengan program Tora diharapkan status tanah bisa berubah menjadi milik masyarakat sehingga sejumlah fasilitas umum bisa dibangun pemerintah.

"Kalau status tanah telah menjadi milik rakyat maka wilayah ini akan mejadi tanggung jawab pemda, maka diperlukan percepatan yang maksimal untuk pembangunan infrastruktur. Supaya wilayah ini tidak tertinggal dengan daerah lain," katanya.

Sedangkan jarak dari kota Martapura ke perbatasan Kabupaten OKU Selatan kata dia, sepanjang 42 kilometer dan dari desa Mendah ke vilamasin sepanjang 17 kilometer dengan Infrastruktur jalan yang belum tersentuh sama sekali karena merupakan hutan kawasan.

Baca: Perluas Layanan, Peserta Asuransi Ini Bisa Nikmati Fasilitas di RSUD Besemah Pagaralam

Baca: Bawaslu Ogan Ilir Sediakan Posko Pengaduan DPT di Terminal Tanjung Raja dan Sekolah-sekolah

"Setelah program ini berhasil, jalan menuju Villamasin yang selama ini belum tersentuh akan menjadi prioritas dan yang sebelumnya merupakan jalan desa akan ditingkatkan menjadi jalan Kabuaten dengan lebar rata-rata enam meter," katanya.

Bukan hanya pembangunan infrastruktur saja kata dia, namun peningkatan perekonomian di wilayah tersebut juga akan menjadi prioritas bagaimana nantinya masyarakat menjadi sejahtera dengan produksi hasil pertanian yang sesuai dengan kultur tanah.

"Wilayah ini cocok untuk penanaman Holtikultura khusus buah buahan, jeruk dan mangga serta yang lainnya. Pemerintah akan membantu bibit tanaman seperti buah-buahan dan tanaman lainya, dengan pola dibentuk koprasi," katanya. ‎(SP/ Evan Hendra)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help