Mengapa Perokok Tak Kena Kanker Paru-paru, yang tak Merokok Kena Kanker?, Simak Penelitiannya

Namun, tidak semua perokok terkena kanker paru dan bukan berarti orang yang tidak merokok bebas dari kanker paru

Mengapa Perokok Tak Kena Kanker Paru-paru, yang tak Merokok Kena Kanker?, Simak Penelitiannya
Google.com
ilustrasi kawasan tanpa rokok (KTR) 

TRIBUNSUMSEL.COM - Istri Indro Warkop, Nita Octobijanthy, tutup usia Selasa (9/10/2018) karena kanker paru.

Dia dinyatakan mengidap kanker paru pada Agustus 2017 setelah dua tahun lalu berhenti merokok. Nita adalah satu dari jutaan orang di seluruh dunia yang meninggal karena kanker paru.

World Cancer Research Fund memprediksi ada 1,59 juta orang meninggal akibat penyakit itu dan hanya sekitar 240.000 atau 15 persen di antaranya sintas.

"Kalau ada 10 orang yang didiagnosis mengidap kanker paru, delapan orang meninggal pada tahun itu juga. Itulah kenapa kanker paru disebut kanker yang mematikan. Karena umumnya di seluruh dunia, kanker paru ketemunya sudah stadium lanjut jadi tidak bisa dilaksanakan terapi secara maksimal," kata dr Elisna Syahruddin, SpP(K), PhD.

Seperti kita tahu, penyebab utama dari kanker paru adalah rokok.

Namun, tidak semua perokok terkena kanker paru dan bukan berarti orang yang tidak merokok bebas dari kanker paru.

pesialis paru dari RS Persahabatan, Dr Sita Laksmi Andarini, PhD, SpP(K), mengatakan, perokok aktif berisiko 13,6 kali lipat. Sementara perokok pasif berisiko empat kali lipat terkena kanker paru.

Dalam penelitian Clare Weeden dari Univerisas Melbourne di Australia, rokok meningkatkan kerusakan sel paru dan membuat sel punca basal lebih aktif sehingga meningkatkan mutasi.

Meski begitu, ada juga perokok aktif yang tidak terkena kanker paru dan ada perokok pasif yang terkena kanker paru.

Bagaimana itu bisa terjadi? Mari kita bahas satu persatu.

Halaman
1234
Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved