Berita Mura

Kejari Lubuklinggau Tetapkan 3 Tersangka Baru Korupsi Pembangunan Akademi Komunikasi Negeri Muratara

Ketiga tersangka yakni FD sebagai Penguasa Anggaran, FS sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan FI selaku kontraktor proyek

Kejari Lubuklinggau Tetapkan 3 Tersangka Baru Korupsi Pembangunan Akademi Komunikasi Negeri Muratara
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Kepala Kejari Lubuklinggau Zairida saat melakukan konfrensi pers dengan awak media, Rabu (10/10/2018) 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau menetapkan tiga orang tersangka tambahan dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Akademi Komunikasi Negeri (AKN) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Ketiga tersangka yakni FD sebagai Penguasa Anggaran, FS sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan FI selaku kontraktor proyek PT Binduriang Karya Mandiri.

Kepala Kejari Lubuklinggau, Zairida mengatakan penetapan ketiga tersangka merupakan hasil pengembangan terhadap dua tersangka lainya yang lebih dulu telah ditangkap yakni Brio Al Hoir dan Subhan.

Baca: Usai Duel Khabib-Conor, Jadwal Tinju : Tyson Furry vs Wilder dan Floyd Mayweather vs Pacquiao

Baca: Mantan Istri Opick Beberkan Kejadian Aneh Sebelum Gempa Tsunami Palu: Binatang Sudah Beri Tanda

"Sebelum kita menetapkan tiga tersangka ini, kita telah memanggil saksi sebanyak 35 orang yang diduga mengetahui proyek tersebut," Kata Zairida menyampaikan saat rilis, Rabu (10/10) siang.

Ia menuturkan pembangunan gedung AKN milik Pemkab Muratara tersebut dikerjakan pada tahun anggaran 2016 dengan nilai anggaran pembangunan sebesar Rp 8,5 Miliar.

"Untuk tindak lanjutya kita merencanakan minggu depan akan melakukan pemanggilan kepada ketiga tersangka yang telah ditetapkan," terangnya.

Baca: Petani di Lahat Punya Cara Jitu Tangkal Hama, Sawah Sekarang Bebas Kepik, Pianggang dan Serangga

Baca: Bocah asal Sekayu Tenggelam di Sungai Musi, Basarnas Temukan Jasadnya Mengapung 15 Jam Kemudian

Bahkan tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya, namun hal itu baru bisa dipastikan setelah Kejari melakukan pemeriksaan kepada tiga orang tersangka yang telah ditetapkan.

Dalam kasus itu juga, Kejari Lubuklinggau mendapatkan pengembalikan uang sebesar Rp 882 juta, menyita tiga buku tanah seluas 9 hektare, dan memblokir rekening milik Brio di Bank Mandiri sebesar 1,2 Miliar.

Zairida pun mengaku jika mereka telah mengunjungi pembangunan gedung AKN di Kabupaten Mura, hasilnya sangat tidak layak dan tidak sesuai dengan anggaran pembangunan.

Baca: Indra Sjafri Tetapkan 23 Nama Pemain TImnas Indonesia di Piala Asia U-19, Pemain Persib Lakoni Debut

"Dalam kunjungan terakhir atap kusen, plafon, kabel dan lampu kabel listrik, ternyata sudah tidak ada lagi,
diduga semuanya telah dijarah orang tak dikenal," ucapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help