Harga BBM Naik

Harga Pertamax Naik, Sejumlah Warga Palembang Beralih ke Pertalite

Kenaikan juga terjadi pada harga Pertamax Turbo dari kenaikan sebelumnya 17 Juli 2018 Rp10,900 per liter saat ini menjadi Rp12,450 per liter

Harga Pertamax Naik, Sejumlah Warga Palembang Beralih ke Pertalite
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Warga saat mengisi Pertamax di SPBU Jl Demang Lebar Daun Palembang, Rabu (10/10/2018) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-PT.Pertamina (Persero), telah mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO mulai hari ini dan berlaku di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB.

Di Sumatera Selatan (Sumsel) harga Bahan Bakar Kendaraan (BBK) yang paling tinggi mengalami kenaikan adalah Pertamax.

Kenaikan Pertamax di Sumsel mencapai Rp 900 per liter, dari harga sebelumnya per 17 Juli 2018 Rp 9.700 menjadi Rp10.600

Kenaikan juga terjadi pada harga Pertamax Turbo dari kenaikan sebelumnya 17 Juli 2018 Rp10,900 per liter saat ini menjadi Rp12,450 per liter atau naik Rp1.550 per liter.

Sementara Pertalite masih Rp 8.000 per liter.

Baca: Harga BBM Premium Naik 7 Persen Mulai Pukul 18.00, Jadi Rp 6.900/Liter di Luar Jawa Madura Bali

Baca: BREAKING NEWS Presiden Jokowi Minta Kenaikan Harga BBM Jenis Premium Hari Ini Ditunda

Pantauan di sejumlah SPBU di Kota Palembang, pengendara cukup kebingungan terhadap kenaikan ini. Di SPBU Romi Herton Demang Lebar Daun, pengendara nekat putar balik saat mengetahui harga peratamax naik, dan memilih BBM yang lebih lebih terjangkau yaitu pertalite.

“Baru tau kalau Pertamax naik, lumayan tinggi dari biasanya. Maka dari itu beralih ke Pertalite,” kata Ardi (30), Rabu (10/10/2018).

Demikian terpantau di SPBU Kolonel Burlian, pengendara roda dua, Maya (35) mengaku cukup kaget dengan kenaikan ini. Sebab, harga dollar naiknya sudah cukup lama.

“Dari pertama beli motor pakai Pertamax, ini sudah jalan dua tahun. Kaget juga harganya naik cukup tinggi, jadi pikir-pikir lagi dan sepertinya akan pindah ke Pertalite,’’ capnya.

Baca: Polres Prabumulih Bekuk Spesialis Pencurian Pecah Kaca Puluhan Mobil Nasabah Bank

Baca: Saran Kepala Kantor Perbendaharaan Sumsel, Kepala Daerah Baru Dilantik Tidak Langsung Rombak Jajaran

Maya sendiri menyesalkan adanya kenaikan tersebut, mengingat pengeluaran dana dirinya semakin membengkak, padahal pemasukan dari pekerjaannya sebagai pegawai swasta dinilai masih pas- pasan.

"Jelas, angka membengkak pengeluaran. Biasanya Rp 25 ribu bisa untuk lima hari, nanti dengan kenaikan ini mungkin hanya jadi tiga hari saja," tandasnya.

Terpisah, Pjs Manajer Communication and CSR PT Pertamina MOR III Sumbagsel, Taufikcurrahman menyatakan, kenaikan BBM non subsidi itu merupakan kebijakan pusat dan pihaknya di daerah hanya menyesuaikannya.

" Ya, memang yang naik adalah BBM non subsidi," capnya.

Dilanjutkan Taufik, meski ada kenaikan harga BBM non subsidi, hal itu tidak akan berpengaruh besar terhadap jumlah konsumai BBM yang ada. Dimana konsumsi pertalite perbulan 115.819 KL atau perharinya 3.860 KL, sementara Pertamax perbulan 27.172 KL atau per harinya 905.7 KL.

"Saya kira, tidak akan ada pengaruh banyak, tetap stabil dan normal," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved