Berita Baturaja

Ratusan Bidan PTT Curhat ke DPRD OKU, Sekarang Tetap Bekerja Meski Tanpa Digaji dan Kejelasan Status

Masa bakti telah habis, tapi hingga hari ini tidak ada kepastian tentang status mereka dan tidak ada surat pemberitahuan

Ratusan Bidan PTT Curhat ke DPRD OKU, Sekarang Tetap Bekerja Meski Tanpa Digaji dan Kejelasan Status
Tribun Sumsel/ Retno Wirawijaya
Ratusan bidan pegawai tidak tetap (PTT) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OKU, Selasa (9/10/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Ratusan bidan pegawai tidak tetap (PTT) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Selasa (9/10/2018).

Jumlahnya sekitar 258 bidan. Kedatangan para bidan ini bertujuan untuk mempertanyakan kejelasan status sebagai Bidan PTT yang masih tetap bekerja walau tanpa gaji.

Seperti diutarakan Lia Angulita Methasari, salah satu Bidan PTT yang bertugas di Puskesmas Sekar Jaya Kecamatan Baturaja Timur.

Baca: Kemenkes Nobatkan Pusat Rehabilitasi Pengguna Napza di Muba Jadi Percontohan Nasional

Baca: Berulang Kali Mengeluh Sakit Kepala, Ternyata Dokter Temukan Benda Mengerikan di Kepala Pria Ini

Bidan PTT angkatan 2012 dan 2015 yang telah habis masa baktinya, kini tidak lagi berhak menerima gaji dan perpanjangan SK.

Begitu pula dengan Bidan PTT yang belum habis masa baktinya, mereka juga belum menerima gaji, namun tetap bekerja seperti biasanya di Puskesmas-Puskesmas di OKU.

Para bidan PTT ini mengaku memang tidak menuntut untuk diangkat jadi CPNS apbila terbentur aturan namun bidan yang melakukan aksi damai ini mendesak pihak terkait agar jangan pilih kasih.

"Kami pingin disamaratakan. kalau Bidan PTT mau dihapuskan, ya hapuskan semua. Kalau memang tidak, ya semuanya tidak," ungkapnya.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id: Terkait Pengiriman Berkas, Kemenpan RB Berikan Imbauan Ini

Baca: Jumlah Pengunjung Objek Wisata Air Terjun Pagaralam Merosot, Air Berhenti Mengalir Sejak Kemarau

Hingga hari inipun, menurutnya, tidak ada kepastian tentang status mereka dan tidak ada surat pemberitahuan dari Puskesmas tempat mereka bekerja, tentang status mereka.

"Sementara kami (Bidan PTT OKU,red), masih tetap bekerja walau tanpa gaji dan kejelasan yang pasti," kata seorang bidan saat dibincangi wartawan.

Sekretaris BKPSDM OKU B Lubis, menegaskan bahwa sejak 2005 lalu, tidak ada lagi yang namanya pengangkatan CPNS dari tenaga honor.

"Pegawai ada dua macam. PNS dan P3K. Pengangkatanpun bisa dilakukan apabila ada formasinya."

"Untuk bidan harus ada ktriteria yang harus dipenuhi. Kalau memang formasi ada dan dibutuhkan, baru BKPSDM tugasnya men-SK-kan berdasarkan usulan dari dinas terkait," katanya.

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved