Pileg 2019

Perhitungan Kursi dan Prediksi Persaingan Ketat Caleg DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel

Faktor ketokohan caleg, pengalaman dalam mengelola program untuk menjaring pemilih, dan loyalitas pemilih menjadi penentu

Perhitungan Kursi dan Prediksi Persaingan Ketat Caleg DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel
Tribun Sumsel/Arief
Andika Pranata Jaya 

Oleh : Andika Pranata Jaya, Direktur Eksekutif Musi Institute for Democracy and Electoral

TRIBUNSUMSEL.COM-Sistem proporsional terbuka di Pemilu 2019 memastikan nomor urut bukanlah syarat utama seorang calon legislatif (caleg) lolos ke DPR, meraih suara mayoritas meski berada di nomor buntutlah yang jadi syarat mutlak. Kompetisi antar caleg dalam satu partai di satu dapil pasti terjadi, terutama di tubuh partai politik lolos ambang batas parleman.

Berkaca perolehan suara Pemilu 2014, harga satu kursi DPR RI di Daerah Pemilihan (dapil) Sumsel 1 dan Sumsel 2 paling rendah
103.787 suara. Dengan metode perhitungan Saint Lague (pembagi angka 1, 3, 5, 7, dst), parpol mesti mematok target minimal
110 ribu suara di pemilu 2019 untuk mendapat kursi. Kerja keras caleg dibutuhkan untuk mendongkrak perolehan suara.

Data sebaran suara dan perolehan kursi DPR RI Pemilu 2014 di dapil Sumsel 1 dan Sumsel 2 menunjukkan tidak ada partai yang
dominan mengusai perolehan kursi. Faktor ketokohan caleg, pengalaman dalam mengelola program untuk menjaring pemilih,
dan loyalitas pemilih terhadap caleg, menjadi penentu raihan suara. Ketiga faktor ini bisa dilihat dari terpilihnya caleg petahana 2014.

Baca: Menang KO Atas McGregor,Ini Klarifikasi Khabib Soal Aksinya Lompat Ring Hingga Pukul Tim Lawan

Baca: Hasil MotoGP Thailand 2018: Marc Marquez Juara usai Pecundangi Andrea Dovizioso di Tikungan Akhir

Dodi Reza, Kahar Muzakir, Nazarudin Kiemas, Syofwatillah Mohzaib, Edy Prabowo, dan Mustafa Kamal, mampu mempertahankan kursi dapil Sumsel 1 yang diraih pada Pemilu 2009. Sedangkan masuknya Hafisz Tohir dan Fauzih H Amro di dapil Sumsel 1 dipercaya karena faktor ketokohan dan pengalaman dalam mengelola program menjaring pemilih.

Di dapil Sumsel 1 Partai Golkar unggul dengan 2 kursi. Begitu pun di dapil Sumsel 2. Caleg petahana Bobby A Rizaldi dan Hanna Gayatri mampu mempertahan kursi yang diraihnya pada Pemilu 2009.

Sedangkan 7 caleg terpilih lainnya mampu memaksimalkan faktor ketokohan caleg dan pengalaman dalam mengelola program untuk menjaring pemilih. Di dapil Sumsel 2, PDIP unggul dengan perolehan 2 kursi.

Dengan model pemilu legislatif dan Presiden 2019 digelar serentak, kerja keras dan terukur penting bagi seorang caleg. Kerja
keras ini akan lebih membuahkan hasil jika didasarkan pada hasil riset.

Artinya, sebelum terjun kampanye, caleg hendaknya melakukan riset. Riset elektoral untuk memetakan potensi suara di setiap wilayah di masing-masing dapil dengan berkaca pada pemilu sebelumnya. Kemudian riset karakteristik pemilih. Ini dengan melihat latar belakang pemilih, seperti profesi atau pendidikan mereka.

Baca: Rusuh di Akhir Pertarungan UFC Conor Mcgregor vs Khabib Nurmagomedov, Penonton Ikut Pukul Mcgregor

Baca: Direktur Pencapresan PKS Sebut Kubu Jokowi Goreng Kasus Ratna Tutupi Permasalahan Ekonomi

Kontestasi Kursi DPR Dapil Sumsel

Halaman
123
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved