Foto-foto Kekeringan di Pagaralam, Lahan Sawah Retak-retak, Petani Terancam Gagal Panen 

Ipen (35) pemilik sawah mengatakan, sawah miliknya sudah sangat mengering bahkan tidak ada lagi setetes airpun masuk kelahan sawah

Foto-foto Kekeringan di Pagaralam, Lahan Sawah Retak-retak, Petani Terancam Gagal Panen 
Sripo/ Wawan Septiawan
SAWAH KEKERINGAN : Tampak salah satu lahan sawah milik warga Kota Pagaralam yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-Musim kemarau yang mulai melanda Kota Pagaralam sudah sejak 1 bulan terakhir ini mulai berdampak.

Akibat kemarau sejumlah lahan persawahan di Pagaralam mulai mengalami kekeringan.

Hal ini dipastikan akan membuat hasil panan petani gagal. Pasalnya kondisi lahan sudah mengering bahkan sudah retak-retak akibat tidak adanya suplay air dari irigasi yang memang mengalami kekeringan.

Hal ini dirasakan warga Pagar Banyu yang memiliki Sawah di Kelurahan Beringin merasakan dampaknya kemarau. Sebanyak hektaran sawah mengering dan terancam gagal panen.

SAWAH KEKERINGAN : Tampak salah satu lahan sawah milik warga Kota Pagaralam yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
SAWAH KEKERINGAN : Tampak salah satu lahan sawah milik warga Kota Pagaralam yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau. (Sripo/ Wawan Septiawan)

Ipen (35) pemilik sawah mengatakan, sawah miliknya sudah sangat mengering bahkan tidak ada lagi setetes airpun masuk kelahan sawah.

"Tahun ini kemungkinan sawah kami ini akan gagal karena sudah beberapa minggu ini tidak ada air masuk," ujarnya kepada sripoku.com, Jumat (5/10/2018).

Tidak hanya sawah miliknya yang mengalami kekeringan namun juga milik sawah petani yang tidak jauh jaraknya dengan sawah miliknya.

"Ada sekitar dua hektar sawah di dataran ini semuanya terancam gagal panen juga karena sudah kering kerontang," katanya.

SAWAH KEKERINGAN : Tampak salah satu lahan sawah milik warga Kota Pagaralam yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
SAWAH KEKERINGAN : Tampak salah satu lahan sawah milik warga Kota Pagaralam yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau. (Sripo/ Wawan Septiawan)

Dijelaskannya gagal panen tidak hanya bagi petani yang menanam padi saja, namun juga bagi petani yang bertanam sayur-sayuran apalagi saat ini Kota Pagaralam sudah masuk di penghujung tahun atau paceklik sementara musim kopi sudah lama selesai.

"Kita hanya bisa pasrah dengan keadaan karena tidak dipungkiri sekarang memamg lagi musim kemarau dan berharap ini tidak berlangsung lama. Jika kemarau panjang masyarakat Pagaralam yang susah," jelasnya.(one)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved