Selain Danau Ranau, OKU Selatan Punya Wisata Batu Kodok Sebagai Aset Penting Sejarah Kota Muaradua

Wisata di Pasar Lama Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Muaradua konon memiliki sejarah yang kental dengan asal usul Kota Serasan Seandanan

Selain Danau Ranau, OKU Selatan Punya Wisata Batu Kodok Sebagai Aset Penting Sejarah Kota Muaradua
Sripo/ Alan
Batu Kodok : Wisata batu kodok yang berada di Pasar Lama Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Muaradua, Kamis (28/9/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA-OKU Selatan memang memiliki banyak objek wisata yang menarik. Tetapi tidak semua potensi itu mampu dikembangkan.

Aset wisata Batu Kodok yang berada di pinggiran sungai Komering hulu Kota Muaradua OKU Selatan misalnya. Kondisinya sekarang terbengkalai tanpa mendapat perhatian dari dinas terkait.

Wisata yang tepatnya berada di Pasar Lama Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Muaradua tersebut konon memiliki sejarah yang kental dengan asal usul Kota Serasan Seandanan.

Baca: Bea Cukai Palembang Punya Fasilitas Baru Canggih dan Mewah, Sangat Membantu Pertumbuhan Industri

Baca: Piala Asia U-16 : Ini Negara-negara yang Dipastikan Lolos dan Tidak Lolos ke Perempat Final

Pantauan di lokasi Jumat (28/9/2018) siang, batu berbentuk unik yang menyerupai kodok tersebut nampak tidak terawat.

Terlihat terbengkalai dengan ditumbuhi semak-semak rerumputan disekitaran batu.

Untuk mendukung aset wisata memiliki sejarah tersebut pemuda warga sekitar bergotong royong membuat kursi dari bambu sebagai sarana pendukung wisata batu kodok.

"Kita sebagai warga yang tinggal di sekitar hanya membuat sarana pendukung seadanya, berupa tempar duduk bersantai yang terbuat dari bambu ,"ujar Fedi.

Baca: Garuda Indonesia Travel Fair-Tiket Rp 250Ribu Palembang-Jakarta Ludes, Buruan Banyak Promo Lainnya  

Baca: Bandara Atung Bungsu Jadi Etalase Kota Pagaralam, Walikota Ingin Akses ke Bandara Bebas Masalah

Diceritakannya, batu yang tepat berada di tempat bertemunya dua aliran sungai air saka dan selabung tersebut memiliki kaitan erat dengan asal usul kota Muaradua pada masa lampau silam.

Dikatakannya batu kodok dapat menjadi tempat aset wisata, mengingat jarak dengan perkotaan yang tidak jauh, yang berkisar 15 menit.

"Batu kodok ini kan merupakan batu berpontensi menjadi tempat wisata selain memiliki sejarah, sudah seharusnya ini dikembangkan dan diperhatikan,"Fedi, Kamis ( 28/9/2018). (SP/ALAN NOPRIANSYAH)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved