Berita Baturaja

Petani Karet Lesu, Harga Sempat Sentuh Rp 10 Ribu Sekarang Turun Jadi Rp 7.500 Pe Kg

Harapan petani karet tidak muluk-muluk. Paling tidak bertahan diharga sekitar Rp 9.000 perkilogram petani sudah senang

Petani Karet Lesu, Harga Sempat Sentuh Rp 10 Ribu Sekarang Turun Jadi Rp 7.500 Pe Kg
Tribun Sumsel/ Ari Wibowo
Ilustrasi-Pasar getah Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Harga getah karet di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengalami penurunan.

Semula harga karet mingguan berkisar Rp 8.500 perkilogram, bahkan sempat tembus Rp 10 ribu per kg. Saat ini jatuh diharga kisaran Rp7.500 sampai Rp 7.000 perkilogram.

Penurunan harga karet ini membuat petani setempat lesu. Pasalnya pendapatan mereka otomatis menjadi turun.

Toni misalnya, petani karet asal Baturaja ini menceritakan, harga karet di daerahnya kini terus mengalami penurunan.

Baca: Update Berita Gempa Donggala : Direkam dari Gedung Tinggi, Video Air Laut Naik ke Jalanan

Baca: Dampak Gempa Donggala, Tsunami 2 Meter Terjadi di Palu, Donggala dan Mamuju

"Sekarang paling mahal Rp 7.500 perkg untuk karet hasil panen mingguan. Turunnya harga karet ini sangat berdampak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelasnya, Jumat (28/9/2018).

Ia mengatakan hasil dari menyadap atau memanen karet memang lumayan. Tapi ketika dijual hasilnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi harga kebutuhan pokok juga lumayan mahal.

"Harga karet dalam beberapa tahun belakangan ini sudah berkali-kali mengalami penurunan mulai dari harga tertinggi mencapai Rp10.000 ribu per kg, kemudian terus turun tajam menjadi mulai dari Rp 9.000-Rp 8000 ribu per Kg. Bahkan sekarang ada yang Rp 7.000 perkg," ujarnya.

Baca: Gempa Donggala, Terjadi 10 Kali Gempa, Peneliti LIPI Jelaskan Kenapa Gempa di Sulawesi Tengah

Baca: Pelantikan Gubernur Sumsel 1 Oktober di Istana Negara, Pidato Pertama di Monpera Palembang 2 Oktober

Ia berharap pemerintah segera mencari solusi untuk mengembalikan harga karet yang anjlok ini. Terutama rata-rata penghasilan dibeberapa wilayah baturaja ini merupakan petani.

"Mau diapakan lagi. Memang keadaannya begini. Harapan kita harga karet ini ke depan bisa naik kembali. Harapan kami tidak muluk-muluk. Paling tidak bertahan diharga Rp 9000 perkilogram kami sudah senang," harapnya.

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved