Berita Ogan Ilir

Jalan Lintas Palembang-Indralaya (Palindra) Lengang, Didominasi Travel, Angkutan Material dan Sayur

Dibukanya jalur tol sepanjang 22 kilometer cukup berpengaruh terhadap volume kendaraan yang melintasi jalan umum Palembang-Indralaya

Jalan Lintas Palembang-Indralaya (Palindra) Lengang, Didominasi Travel, Angkutan Material dan Sayur
Sripo/ Beri Supriyadi
Akibat adanya pembangunan ruas tol Palindra di titik Desa Rambutan Indtalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir menyebabkan ondisi arus lalulintas di jalur Palembang-Indralaya Desa Rambutan nampak berdebu, Kamis (27/9/2018) 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-Pemberlakuan tarif normal jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra) sepanjang 22 kilometer telah berlangsung sepekan.

Dibukanya jalur sepanjang 22 kilometer ini ternyata cukup berpengaruh terhadap volume kendaraan yang melintasi jalan umum Palembang-Indralaya.

Kamis (27/9/2018), sekitar pukul 13.00, kondisi arus lalu lintas nampak lengang.

Sejumlah kendaraan roda empat yang melaju dari arah Prabumulih hendak menuju ke Palembang sebagian lebih memilih masuk ke jalan tol.

Baca: Presiden Jokowi Kembali Bagikan Sepeda ke Warga, Setelah Sempat Galau

Baca: Berumur Lebih dari 35 Tahun, Honorer K2 di Sumsel Tak Bisa jadi PNS, Ini Solusi yang Ditawarkan

Mobil masuk melalui pintu masuk gerbang tol Indralaya dari arah Kayuagung.

Ada juga yang melintasi jalan umum seperti biasanya. Akan tetapi, bagi kendaraan jenis angkutan barang-barang ekspedisi seperti truk-truk yang melaju dari arah Kayuagung hendak menuju ke Palembang rata-rata mereka masuk ke gerbang tol Indralaya.

Beberapa kendaraan yang masih melintasi jalan lintas Palembang-Indralaya didominasi mobil travel dan truk jenis angkutan material bahan bangunan, dan sayur-sayuran,

Baca: 12 Atlet Terbaik Sumsel Bertarung di Asian Para Games Terima Uang Saku Masing-masing Rp 5 Juta

Baca: Update Hasil Korea Open-5 Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final, 3 Diantaranya Tunggal Putra

Ton (30), sopir travel gelap yang biasa setiap pagi dan sore hari mengangkut penumpang dari Palembang sampai ke Indralaya, dan Kayuagung mengaku lebih memilih untuk melintasi jalan umum.

"Ya, alasannya, hitung saja, kalau satu kali masuk gesek kartu e-toll, kena Rp 20 ribu. Bolak-balik sudah Rp 40 ribu. Jadi, satu hari saja sudah Rp 40 ribu. Mendingan saya melintasi jalan umum saja, supaya lebih irit ongkos pengeluaran. Masuk jalan tol pun tidak dipaksakan," jelasnya.

Senada diungkapkan seorang sopir angkutan nanas dari Kabupaten OI yang hampir setiap hari menyuplai buah nanas ke pasar Jakabaring Palembang.

Baca: Masih Ingat Davina dan Tri menyanyikan lagu Abdul? Makin Terkenal, Uang Hasil Endorse Dibelikan ini

Baca: Mundur dari Jabatan Ketua, Janji Surya Paloh Bila NasDem tak Masuk 3 Besar

"Kadang-kadang saja saya masuk tol. Kalau jalan umum mengalami kemacetan. Akan tetapi, semenjak jalan tol Palindra dibuka, hampir dua bulan terakhir ini, kondisi jalan umum lancar-lancar saja tidak macet," katanya.

Sementara itu juga disebutkan Usman (40), sopir angkutan material bahan bangunan mengaku tidak pernah melintasi jalan tol Palindra.
Karena, anggaran operasional dari perusahaan untuk sopir, hanya biaya makan dan bbm saja. Selebihnya diluar itu, tanggung jawab sopir.

Baca: Main Film Horor, Herjunot Ali Didatangi Arwah Suzzanna Sampai Tak Bisa Tidur, Begini Pengakuannya

Baca: Jadwal Pertandingan Sriwijaya FC (SFC) U-19 di Liga 1 U-19, Derby Andalas di Pertandingan Pertama

Dengan adanya jalan tol Palindra tentu sangat berdampak baik, ia lebih leluasa melintasi jalan umum dari Palembang hendak menuju ke Indralaya karena bebas hambatan.

"Jalan yang lengang dan tidak terlalu menumpuk kendaraan sehingga kami pun lebih leluasa melintasi jalan umum," ujar Usman yang mengaku sudah hampir 20 tahun berprofesi sebagai sopir truk. (SP/ Beri Supriyadi)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved