Berita Pagaralam

ARPA Air Mineral Asli Pagaralam Berhenti Produksi, Wali Kota Temukan Dugaan Saham Bodong

Sudah sejak dua bulan terakhir ini Pabrik ARPA yang memprodukai air mineral khas Kota Pagaralam yaitu air Mineral ARPA tidak lagi produksi.

ARPA Air Mineral Asli Pagaralam Berhenti Produksi, Wali Kota Temukan Dugaan Saham Bodong
Kolase/ Net
Air Mineral ARPA 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Sudah sejak dua bulan terakhir ini Pabrik ARPA yang memproduksi air mineral khas Kota Pagaralam yaitu air Mineral ARPA tidak lagi produksi.

Kondisi ini membuat Walikota Pagaralam Alpian Maskoni mengunjungi pabrik milik Pemkot Pagaralam dibawah PT Ayek Besemah tersebut.

Saat mengunjungi pabrik ARPA yang mampu memproduksi 1.000 dus air mineral perhari tersebut Wako sempat terkejut. Pasalnya banyak hal yang dinilai tidak diketahui oleh Pemkot dan masyarakat Pagaralam tentang air kebagaan masyarakat Pagaralam tersebut.

Saat tiba dilokasi Wako langsung bertemu dengan direktur PT Ayel Besemah, Ibu Ratna Iksan dan langsung menanyakan penyebab tidak lagi priduksinya pabrik ARPA yang mayoritas sahamnya yaitu 70 persen milik pemkot Pagaralam tersebut.

"Kami sudah tidak produksi karena semua izin pabrik ini sudah habis dan tidak diperpanjang oleh Pemkot Pagaralam. Bahkan BPOM nya juga sudah habis sejak Juni lalu," ujar Direktur PT Ayek Besemah, Ratna Iksan.

Buk Ratna juga menjelaskan bahwa sampai dirinya sebenarnya sudah mengundurkan diri sebagai direktur ARPA, namun belum disetujui Pemkot Pagaralam karena masih harus menunggu hasil laporan.

"Saya sudah mengundurkan diri, karena perusahaan ini setiap tahun selalu saja merugi. Pasalnya saya harus menanggu hutang dari direktur sebelumnya," jelasnya.

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni juga terkejut saat mendapat informasi bahwa ada 15 persen saham ARPA yang tidak diketahui milik siapa.

"Berdasakan laporkan direkturnya tadi bahwa saham ARPA ini 70 persen milik Pemkot, 15 persen milik PT Mentari sedangkan 15 lagi tidak tahu milik siapa," ujar Wako.

Hal ini membuat wako meminta dinas terkait untuk mencari siapa pemilik saham 15 persen tersebut.

Bisa saja saham tersebut merupakan saham bodong atau tidak bertuan.

"Kita harus lakukan audit untuk mengetahui apa saja yang sudah terjadi di ARPA selama ini. Bahkan berdasarkan keterangan direktur tadi ARPA ini sampai saat ini tidak pernah menyumbang PAD untuk Pagaralam," katanya.

Melihat kondisi ini Wako bersama tim khusus akan melakukan evaluasi dan audit. Jika berdasarkan ekonomi PT ini sudah tidak menguntungkan maka akan dinon aktifkan.

"Jangankan untuk stor ke PAD, sampai saat ini saja kabarnya PT ini masih terhutang sekitar Rp1,2 Miliyar. Jadi sepertinya harus diaudit, nanti setelah itu akan kita pelajari lagi nasib pabrik ini," tegas Wako.(one)

Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved