MotoGP

Yamaha Krisis Kemenangan di MotoGP, Valentino Rossi Enggan Disalahkan

Yamaha mengalami puasa kemenangan dalam 24 seri balap terakhir karena hingga seri ke-14 MotoGP 2018 di Aragon, belum pernah naik podium utama

Yamaha Krisis Kemenangan di MotoGP, Valentino Rossi Enggan Disalahkan
MOTOGP.COM
eblap Movistar Yamaha MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, memacu motornya pada hari pertama GP Belanda di Sirkuti Assen, Jumat (23/6/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM- Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, memilih cuci tangan soal krisis yang tengah melanda Yamaha.

Dia mengaku apa yang sedang dialami tim bukan kesalahan dirinya dan Maverick Vinales.

Yamaha mengalami puasa kemenangan dalam 24 seri balap terakhir karena hingga seri ke-14 MotoGP 2018 di Aragon, tim tersebut belum pernah naik podium utama.

Rossi dan Vinales hanya mampu finis di urutan kedelapan dan kesepuluh pada balapan yang berlangsung di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, Minggu (23/9/2018).

Baca: Dua Kubu Incar Suara Gusdurian, Apa Kata Putri Sulung Abdurrahman Wahid ?

Baca: 2 Mobil Rekam e-KTP Layani Warga OKU Sampai Pelosok Desa, Siang Rekam Malam Cetak

MMA Rossi kemudian menyamakan krisis Yamaha saat ini dengan ketika dirinya pertama kali datang ke pabrikan Iwata pada 2004.

Saat itu, Yamaha melakukan perubahan besar-besaran setelah memutuskan untuk mendatangkan Rossi yang notabene tiga kali menjadi juara dunia (500cc/MotoGP).

Berkaca pada masalah saat ini, Rossi menyebut bahwa masalah Yamaha saat ini bukan karena dirinya atau Vinales.

"Untuk keluar dari situasi ini, Anda harus melakukan perubahan besar. Saya tidak berpikir ada masalah dengan pebalap karena saya dan Vinales cepat dan sangat kuat," kata Rossi dikutip BolaSport.com dari Tuttomotoriweb.

Baca: BREAKING NEWS - Menpora Resmi Stop Liga Indonesia Akibat Insiden Berdarah GBLA

Baca: Usia 42 Tahun, Cristian Gonzales Cetak Gol Diving Header, Antarkan PSS Sleman Kalahkan Kalteng

Kini Rossi melempar bola panas kepada teknisi Yamaha untuk segera memberikan solusi agar keluar dari krisis.

"Mungkin itu tidak akan menjadi masalah saya lagi, hal yang mengganggu saya adalah bahwa saya telah mengatakan kepada Yamaha setidaknya 30 kali," tuturnya.

Rossi lebih lanjut mengatakan bahwa tugasnya hanya untuk membalap dan sudah melakukan sebaik mungkin.

Pemegang sembilan gelar juara dunia itu bukan kali ini saja mengkritik teknisi Yamaha yang belum juga menuruti keinginannya. Bahkan, Rossi menyebut bahwa dalam dua tahun terakhir Yamaha tidak membawa sesuatu yang baru pada motor Yamaha M1. (Samsul Ngarifin)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help