Dishub Ogan Ilir Bentuk Koperasi Angkutan Desa (Angdes) Supaya Mudah Tarik Retribusi PAD

Rencana ini terungkap dalam rapat bersama Kadishub OI Irawan beserta jajaran, organda dan DPRD Kabupaten OI dan diikuti ratusan sopir Angdes

Dishub Ogan Ilir Bentuk Koperasi Angkutan Desa (Angdes) Supaya Mudah Tarik Retribusi PAD
Sripo/ Beri Supriyadi
Para sopir Angdes beserta angkutan nampak memadati halaman kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (25/9/2018) 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-Dalam waktu dekat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ogan Ilir (OI) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bakal menerapkan organisasi koperasi angkutan Desa (Angdes).

Koperasi ini diperuntukkan bagi para sopir angdes di Ogan Ilir.

Rencana ini terungkap dalam rapat bersama Kadishub OI Irawan beserta jajaran, organda dan DPRD Kabupaten OI dan diikuti ratusan para sopir Angdes.

Kegiatan rapat berlangsung Selasa (25/9/2018), pukul 10.00, di kantor Dishub OI, Jalintim Km 34 Indralaya-Kayuagung.

Baca: Berstatus Istri Habib Usman,Kartika Putri Ungkap Rencana Tinggal di Luar Negeri,Kota Ini Pilihannya

Baca: VIDEO : Di Depan Emak-emak, Ustadz Al Habsyi Nyanyikan Lagu untuk Pemimpin Tak Tahu Diri

Menurut Kadishub Irawan, sesuai dengan kesepakatan akan dimulai penerapan Koperasi Mitra Ogan Bersama (KMOB).

Koperasi ini dianggap penting, apalagi pengusaha atau pemilik Angdes merupakan perorangan bukan berkelompok.

"Jadi PAD (pendapatan asli daerah) kita dari sektor angkutan tidak bisa ditarik. Karena belum berbadan hukum koperasi," jelas Kadishub Irawan.

Setelah diterapkannya koperasi angkutan ini maka akan memermudah sopir angdes yang membutuhkan dana untuk membayar pajak, perpanjang trayek dan lain sebagainya.

Baca: Bawaslu Ungkap 177 Kabupaten dan Kota Rawan Curang Pemilu, Politk Uang dan ASN tak Netral

Baca: Fakta Pekan 23 Liga 1-Tragedi Haringga Sirla, PSM Makassar ke Papan Atas, Alarm Bahaya Sriwijaya FC

"Yang pastinya tujuan kita ini, kiro-kiro melemakke diolah (memberikan banyak kemudahan bagi sopir angdes)," katanya.

Hanya saja, rapat itu belum memutuskan berapa besaran iuran resmi yang nantinya harus dibayar para sopir.

"Mengenai besaran iuran yang dikenakan, kita belum tahu. Karena, masih akan dirapatkan lagi," tambahnya.

Dishub OI mencatata, jumlah angdes di Ogan Ilir sebanyak 164 angkutan.

Rata-rata angdes tersebut sudah habis masa trayek, kendaraan tidak layak, dan berbagai kendala lain.

"Maka dari itu, dengan nantinya telah diterapkannya koperasi ini, tentu secara tidak langsung juga dapat menertibkan Angdes nakal," ujarnya. (SP/ Beri Supriyadi)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved