Berita Muba

Bupati Muba Beri Hadiah Umrah dan Tambah Anggaran Kecamatan Realisasi Pajak Bumi Bangunan Tinggi

Lanjutnya, dari data yang ada dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muba terdaoat tiga kecamatan realisasi PBB rendah

Bupati Muba Beri Hadiah Umrah dan Tambah Anggaran Kecamatan Realisasi Pajak Bumi Bangunan Tinggi
Sripo/ FAjeri
Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin ketika memberikan penghargaan realisasi pajak terbaik, Rabu (19/8/2018) 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU—Optimalisasi pajak di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dilakukan dengan tegas oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex.

Pemkab bakal memberi sanksi atau punishment bagi camat yang wilayahnya rendah dalam realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor perdesaan dan perkotaan.

Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini pada Kunjungan Kerja dan Silaturahmi Bupati Muba dengan Masyarakat Kecamatan Babat Toman Dalam Rangka Bulan Bhakti PBB dan Gebyar Pajak Daeah Kabupaten Muba 2018, di Lapangan Kantor Lurah Babat Kecamatan Babat Toman, Rabu (19/9/18).

Baca: 23 Siswa Perwakilan 4 Sekolah di Sumsel Ikut Program Pertukaran Pelajar ke Prancis

Baca: ASN Harus Patuh pada Pimpinan

“Ya, memang tahun ini masih berjalan dan belum final, karena masih ada waktu agar seluruh camat dan segenap unsur untuk mencapai target yang telah ditetapkan."

"Bagi camat yang daerah pajaknya 100 persen akan kita berikan reward dan bagi yang rendah akan kita berikan punishment,” ungkap Dodi.

Lanjutnya, dari data yang ada dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muba terdaoat tiga kecamatan yang realisasi PBB nya rendah hingga 19 September 2018 yakni Kecamatan Babat Supat dengan persentase 19,60%.

Baca: Disahkan DPRD PALI, APBD-P 2018 Kabupaten PALI Rp 1,7 Triliun

Baca: Penyebab Anak Ahmad Dhani Pingsan di Mobil Diselidiki, Polisi Ungkap Al Ghazali Bukan Kecelakaan

Kemudian Kecamatan Tungkal Jaya dengan persentase 14,06% dan Kecamatan Lais dengan persentase 8,80%.

"Saya minta seluruh camat all out untuk meningkatkan realisasi PBB di wilayahnya,”ungkapnya.

Sedangkan bagi kecamatan yang memeroleh realisasi terbesar akhir tahun nanti dipastikan mendapat reward atau hadiah atas prestasi yang diberikan.

Untuk saat ini tiga besar realisasi PBB masih dipegang oleh Kecamatan Babat Toman dengan persentase 75,50%, Kecamatn Keluang dengan persentase 48,12% dan Kecamatan Sanga Desa 44,96%.

"Bagi yang realisasinya besar atau memenuhi target kita berikan reward, selain itu juga anggaran untuk kecamatannya akan diperbesar. Untuk tahun depan kita tidak tanggung-tanggung rewardnya berupa umroh, jadi kecamatan harus berlomba-lomba mencapai target," jelasnya.

Baca: Jumlah Anak di Muratara Sebanyak 55.874, Hampir Setengahnya Tak Punya Akta Kelahiran

Baca: Diperiksa Penyidik KPK Terkait Suap Proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham Masih Bisa Tertawa

Sementara, Plt Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muba, Jexi Levin, mengatakan, dilaksanakannya bulan bhakti PBB dan Pajak Daerah sebagai gerakan awal dimulainya reward dan punisment terhadap kewajiban membayar pajak daerah.

"Dari pencapaian saat ini, kita harus bekerja lebih giat lagi melakukan pemungutan pendapatan asli daerah baik itu PBB, pajak daerah, maupun retribusi," ungkapnya.

Kegiatan bulan bhakti PBB dan Pajak Daerah diharapkan dapat menggugah kesadaran setiap warga agar sadar, taat dan melunasi kewajiban perpajakan lebih awal atau tidak melampaui waktu jatuh tempo.

“Sesuai arahan Pak Bupati jika melebihi waktu akan dilakukan penagihan secara paksa dan diminta bagi wajib pajak untuk dapat dengan jujur menyampaikan data pajak daerah mereka," jelasnya. (SP/Fajeri)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved