Pilpres 2019

Polisi Batalkan Diskusi GSI di Batam, Fadli Zon: Bentuk Paguyuban Korban Kriminalisasi

Aksi diskusi dan silaturahmi yang akan dilaksanakan oleh Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI)

Polisi Batalkan Diskusi GSI di Batam, Fadli Zon: Bentuk Paguyuban Korban Kriminalisasi

TRIBUNSUMSEL.COM-Aksi diskusi dan silaturahmi yang akan dilaksanakan oleh Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di Batam dibatalkan oleh pihak kepolisian, Minggu (16/9/2017).

Menanggapi hal tersebut, aktivis Ratna Sarumpaet menanggapi hal tersebut melalui akun Twitter pribadinya @RatnaSpaet, Sabtu (15/9/2018).

Pada unggahannya, Ratna menampilkan undangan silaturahmi dan diskusi yang akan digelar di Batam, Minggu (16/9/2018).

 

"Polisi batalkan tempat gelar diskusi scr sepihak. Diskusi silaturahmi - Tukar PIKIRAN, Demokrasi paling Dasar d Sederhana. Itu jalan membangun kebersamaan d toleransi meningkatkan kecerdasan d mnajamkan logika d @jokowi dgn tangan besi kepolisian mengira bisa menghancurkan itu!" tulis Ratna.

Menanggapi postingan Ratna, Wakil Ketua DPR Fadli Zon memberikan tanggapan melalui Twitter pribadinya @fadlizon, Minggu (16/9/2018).

"Saya usulkan agar dibentuk 'PAGUYUBAN KORBAN KRIMINALISASI & PERSEKUSI REZIM @jokowi 'sbg catatan buruk demokrasi skrg ini. #2019GantiPresiden," tulis Fadli Zon.

Fadli Zon dan Ratna Sarumpaet (Capture Twitter)
Fadli Zon dan Ratna Sarumpaet (Capture Twitter) (Capture Twitter @RatnaSpaet @fadlizon)

Sementara itu, dikutip TribunWow.com dari TribunBatam.com, Rabu (4/9/2018), Aliansi Organisasi Masyarakat maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Batam kompak menyatakan menolak kegiatan Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di Batam.

Para tokoh ormas pun dengan lantang menyuarakan aspirasinya, bahwa gerakan tersebut syarat muatan politik yang dikhawatirkan akan mengusik kondusifitas Batam.

Puluhan Ormas dan LSM tersebut juga membubuhkan tanda tangan dalam surat surat pernyataan resmi.

 Jelang Asian Para Games 2018, Seribu Unit Kamar Selesai Direnovasi untuk Kenyamanan Atlet

Ketua LSM Jogoboyo, Sugiyanto SH, yang ikut membubuhkan tanda tangan penolakan GSI, kepada TribunBatam.com, Selasa (04/09/2018) menyatakan agenda segelintir orang dengan mengangkat tagline selamatkan Indonesia, sangat tidak tepat.

“Judul tersebut sengaja dibuat seolah-olah kita sedang terancam, seolah-olah negeri ini dalam kondisi tidak aman. Padahal seperti kita rasakan, kita dengar, kita lihat, Indonesia aman tenteram. Ini jelas gerakan provokatif,” kata Sugiyanto dengan penuh semangat.

Hal itulah dikhawatirkan GSI hanya akan memunculkan kegaduhan dan potensi adu domba.

“Kita tak ingin Batam terusik kenyamanannya. Selain aspek keamanan, hal ini pasti akan mempengaruhi iklim investasi yang sedang menggeliat. Kita tegas menolak gerakan provokatif ini,” katanya.

Dalam surat pernyataan itu, selain Jogoboyo, surat juga ditandatangani pengurus sejumlah LSM, pengurus Punggowo Mudo, FKPPI Batam, Gembala, dan lain-lain.

Guna menjaga iklim yang aman dan kondusif di kota Batam dan Kepri, maka aliansi LSM dan Ormas itu meminta aparat Kepolisian Daerah Provinsi Kepri untuk tidak menerbitkan rekomendasi izin penyelenggaraan kegiatan apapun dari kelompok GSI, baik di Batam maupun Kepri. (TribunWow.com/Mutmainah Rahmastuti

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help