Pilpres 2019

Kepala Staf Presiden : Hasil Ijtima Ulama 2 Jangan Campur Adukan Agama dengan Politik

Moeldoko berharap hasil dari Ijtima Ulama jilid II nantinya tidak mencampur adukan agama dengan politik

Kepala Staf Presiden : Hasil Ijtima Ulama 2 Jangan Campur Adukan Agama dengan Politik
Instagram
Moeldoko 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, berharap hasil dari Ijtima Ulama jilid II nantinya tidak mencampur adukan agama dengan politik.

Baca: Jokowi Jenguk Inisiator Mobil Esemka, Begini Komentar Menohok Suryo Prabowo: Pantesan Mangkrak

Sebab jika keduanya disatukan akan berdampak langsung kepada masyarakat.

Baca: Ruben Onsu Akhirnya Bongkar Hubungann Ayu Ting Ting dan Ivan Gunawan: Cinta dari Dulu

"Bukan enggak ada hubungannya antara agama dan politik, cuma jangan agama dibawa ke arah politik yang pada akhirnya masyarakat menjadi bingung," ujar Moeldoko di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

Sebagai contoh, Moeldoko menyebut saat ini banyak publik figur yang tadinya aktif berdakwa namun kini memilih membanting stir ke dunia politik.

"SUdah banyak contoh para publik figur yang tadinnya giat di agama beralih ke pokitik akhirnya, massa nya menjadi hilang, jangan sampai ini terjadi," ujar Moeldoko.

 
Diketahui Ijtima Ulama II resmi digelar hari ini, Minggu (16/9/2018) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat.

 
Menurut anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana mengatakan forum Ijtima Ulama II ini bertujuan untuk mempertegas komitmen antara para ulama dengan calon presiden yang diusung yaitu yang sudaj disebutkan pada Ijtima Ulama I, Prabowo Subianto.

“Forum ini mempertegas agar antara capres yang diusung memiliki komitmen dengan ulama, agar berkomitmen pada Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945 tentang kebebasan beragama dan Pancasila,” ujar Eggi. 

Editor: Siemen Martin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved