Siasati Dolar Melonjak, Pengusaha Alat Berat Rela Pangkas Untung Supaya tak Kehilangan Konsumen

Alat berat yang biasanya didatangkan langsung utuh dari luar negeri maupun spare partnya juga mengalami kenaikan harga

Siasati Dolar Melonjak, Pengusaha Alat Berat Rela Pangkas Untung Supaya tak Kehilangan Konsumen
Tribun Sumsel/ Hartati
Iskandar CEO PT Intraco Penta Wahana Palembang melihat spare part yang disediakan di showroom mereka yang mengalami perombakan kantor, Kamis (13/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah sejak awal tahun hingga kini membuat pengusaha alat berat ikut terkena imbasnya.

Alat berat yang biasanya didatangkan langsung utuh dari luar negeri maupun spare partnya juga mengalami kenaikan harga.

"Ada yang naik hingga lima persen tapi sejumlah item tertentu tidak sebesar itu," kata Iskandar CEO PT Intraco Penta Wahana Palembang, Kamis (13/9/2018).

Baca: Peluncuran iPhone XR Bidik Kelas Menengah, Layar Lebar, Spesifikasi Mumpuni, Harga Murah

Baca: Hotman Paris Bongkar Waktu Ideal Suami Selingkuh di Kantor Istri Harap Nelpon 16.00

Lima pabrikan yang dijual di showroom Intraco ini merupakan pabrikan luar negeri semua yang berasal dari Amerika, Cina, India dan juga Korea sehingga pembeliannya menggunakan dolar.

Menyiasati lonjakan harga alat berat dan spare partnya, Iskandar harus rela meminimalisir untung dengan menekan harga agar barang dan unit lainnya tidak melonjak tajam, sebab jika harus dinaikkan maka akan kalah bersaing dengan pabrikan atau perusahaan lainnya.

"Konsumen kan pintar bisa memilih dan melihat mana produknya, berapa harganya sehingga kalau kita naikkan sesuai menaikkan dollar bisa-bisa konsumen kita kabur ke merek lain, jadi terpaksa menekan margin demi menjaga pelanggan," katanya.

Baca: Persaingan Panas Perebutan Puncak Klasemen Gojek Liga 1, Persib Bertekad Kudeta Bhayangkara FC

Hingga akhir tahun ditargetkan bisa memenuhi penjualan Rp 43 miliar di Sumatera Selatan dengan menyasar pangsa pasar perusahaan konstruksi, pertambangan, pertanian hingga juga pengusaha yang akan menyewa alat berat.

"Harapannya rupiah cepat menguat sebab kalau tren dollar tetap tinggi sulit memenuhi target penjualan," harapnya.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved