Pilpres 2019

Ramai Disebut Politik Dua Kaki, Sejumlah Kader Demokrat Kompak Unggah Gambar Superman

Partai Demokrat kembali ramai dibicarakan setelah disebut menggunakan politik dua kaki.

Ramai Disebut Politik Dua Kaki, Sejumlah Kader Demokrat Kompak Unggah Gambar Superman
Detik.com
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Ga bs kita berdiri di atas salah satu kaki. Kepentingan Pileg tdk bs dilepaskan dr strategi Pilpres & krn itu hal kekhas-an & aspirasi khusus/unik di 1-2 Propinsi hrs disikapi khusus pula," tulis Renanda Bachtar melalui Twitter, @renandabachtar.

 Ridwan Kamil Lakukan Revitalisasi Kali Malang: Semoga Bisa Sekeren Sungai Cheonggyecheon di Seoul

"Selamat pagi TweePD tetaPD semangat. Kuatkan kaki untuk menangkan Pileg dan Pilpres 2019. #MNU #DemokratS14P #17TahunPartaiDemokrat #KamiRinduSBY @SBYudhoyono @hincapandjaitan @prabowo @sandiuno @didiklpambudi @via_jayabaya1 @UM_Sajim @caknawa @panca66 @SartonoHutomo @SWasinthon," tulis Muhammad Natsir Ubaya melalui Twitter, @m_natsirdmokrat.

 Reaksi Presiden Korea Selatan saat Ajudan Jokowi akan Membayar Semua Belanjaan

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, juga membahas mengenai politik dua kaki dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal ini disampaikan melalui laman Twitternya, @AndiArief__, Selasa (11/9/2018).

Andi Arief menyebut perintah Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jelas memang dua kaki.

Menurut Andi, dua kaki yang dimaksud adalah satu kaki di pilihan legislatif (pileg), dan satu kaki di pilihan presiden (pilpres).

Andi Arief berpendapat justru aneh jika main satu kaki dalam Pilpres 2019.

 Proyek Infrastruktur Ditunda 3 Tahun, Rachland Nashidik: Keuangan Negara Bukan Keuangan Pabrik Mebel

Menurutnya, ujung tombak pileg adalah calon legislatif, sedangkan ujung tombak pilpres adalah pengurus pusat.

"Soal Demokrat dua kaki jadi rame. Perintah Ketua Umum SBY itu jelas memang dua kaki.

Satu Kaki di pileg, Satu kaki di Pilpres.

Justru yang main satu kaki itu yang aneh dalam pemilu berbarengan. ujung tombak pileg adalah Caleg, Ujung tombak pilpres adalah Pengurus Pusat," tulis Andi Arief dalam akun Twitternya.

Unggahan Andi Arief pada Twitter
Unggahan Andi Arief pada Twitter (Twitter @AndiArief__)

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)


Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help