Media Asing Sebut Era Pemerintahan SBY Lakukan Konspirasi Kejahatan, Ferdinand : Fitnah

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat membantah tentang pernyataan di artikel berita yang dirilis media asing Asia Sentinel

Media Asing Sebut Era Pemerintahan SBY Lakukan Konspirasi Kejahatan, Ferdinand : Fitnah
SBY 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membantah tentang pernyataan-pernyataan di artikel berita yang dirilis media asing Asia Sentinel.

Baca: Ashanty Kaget dengan Steak Harga Rp 3 Juta Rasanya Begini, Lihat Videonya

Ferdinand mengatakan, tulisan yang menyudutkan presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanyalah sebuah karangan fitkif yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca: Hapus Channel Youtube 2 Juta Subcriber, Reza Arap Oktovian Disindir Young Lex

“Semua yang dituliskan itu tidak lebih dari sebuah halusinasi yang buruk. Mengarang sebuah cerita dengan kisah kisah fiktif yang diolah sebagai seolah-olah sebuah kebenaran, padahal penuh kebohongan,” kata Ferdinand saat dikonfirmasi, Rabu (12/9/1018), dilansir TribunWow dari Tribunnews.

Baca: Buktikan tak Main Dua Kaki di Pilpres 2019, SBY Jadi Jurkam Prabowo-Sandiaga

Ferdinand pun mengatakan bahwa fakta terkait bank Century itu tidak satupun terkait dengan SBY, dengan Demokrat maupun dengan orang Demokrat.

“Robert Tantular pemilik Century juga tidak dikenal oleh SBY. Jadi semua yang disampaikan itu adalah fitnah yang omong kosong,” katanya.

Jadi menurutnya artikel tersebut hanya fitnah pada SBY karen fakta-fata selama proses politik maupun proses hukum terkait Century, sama sekali tidak menghubungkan dengan SBY, Demokrat, maupun orang Demokrat.

"Jadi bagi kami itu hanya omong kosong dan fitnah kepada SBY,” katanya.

Sebelumnya, dalam artikel yang diterbitkan Asia Sentinel disebutkan bahwa Pemerintahan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianggap sebagai pemerintahan dengan konspirasi kriminal yang sangat besar.

Sebanyak US $ 12 miliar uang dari pembayar pajak dicuri dan dicuci melalui bank-bank internasional.

Sementara 30 pejabat pemerintahan disebut terlibat dalam skema konspirasi tersebut.

Artikel tersebut ditulis oleh John Berthelsen, editor sekaligus pendiri Asia Sentinel, sebuah media Asia yang berbasis di Hongkong.

Tulisannya didasarkan dari laporan hasil investigasi setebal 488 halaman dalam gugatan yang dilayangkan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius pekan lalu.

Laporan berupa analisis forensik atau barang bukti yang dikumpulkan oleh tim penyidik ​​dan pengacara di Indonesia, London, Thailand, Singapura, Jepang dan negara-negara lain juga dilengkapi 80 halaman afidavit atau keterangan di bawah sumpah.

Laporan ini juga melibatkan serangkaian penyelidikan di lembaga keuangan internasional termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, United Overseas Bank (Singapore) dan lain-lain.

Laporan itu menyebut banyak penipuan dan korupsi yang terjadi di pusaran PT Bank Century Tbk.

Bank ini direkapitalisasi pada tahun 2008 dan berganti nama menjadi Bank Mutiara.

Bahkan disebutkan dalam artikel ini Bank Mutiara juga disebut sebagai "bank SBY," karena diyakini berisi dana gelap untuk menunjang Partai Demokrat, yang dipimpin oleh SBY.

Artikel menyebutkan konspirasi ini dirancang oleh Kartika Wirjoatmodjo, bankir terkemuka di Indonesia, dan pihak lainnya "dengan maksud menjarah kekayaan Lembaga Penjamin Simpanan dan cadangan asuransi dalam jumlah yang melebihi US $ 1,05 miliar selama 10 tahun".

Pencurian ini bertujuan untuk memperkaya penguasa yang menggunakan kekuasaan untuk mencuri sumber daya Indonesia dan juga menipu kreditur prioritas, yaitu para penggugat. (TribunWow.com/Ekarista R.P)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Demokrat Bantah Artikel Media Asing tentang Tuduhan Konspirasi Kejahatan Besar pada Pemerintahan SBY, http://wow.tribunnews.com/2018/09/12/demokrat-bantah-artikel-media-asing-tentang-tuduhan-konspirasi-kejahatan-besar-pada-pemerintahan-sby

Editor: Siemen Martin
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help