Berita Prabumulih

Warga Sukaraja Prabumulih Klaim Sumur Tercemar, Minta Kompensasi dari Pengeboran Pertamina

Warga mengeluh lantaran apa yang diminta warga seperti air, tenda dan lainnya lamban diberikan perusahaan plat merah itu.

Warga Sukaraja Prabumulih Klaim Sumur Tercemar, Minta Kompensasi dari Pengeboran Pertamina
Tribun Sumsel/ Edison
Belasan warga Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan ketika menyampaikan aspirasi di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Prabumulih, Senin (10/9/2018). 

"Kami sadar tidak seluruh warga lokal bisa jadi pegawai makanya kami minta kompensasi kebisingan dan sumur warga tercemar sehingga seluruh warga bisa merasakan kompensasi air bersih, tenda maupun uang dan itupun tidak ada paksaan karena diajukan pakai proposal, tapi kami hanya dijanjikan saja," ungkapnya.

Untuk itu Andre mengharapkan, DPRD Prabumulih memfasilitasi pihaknya dengan pertamina sehingga ada titik temu dan apa yang dituntut warga terrealisasi.

Baca: Pertandingan Persipura Vs Sriwijaya FC- Alberto Beto Goncalves Jadi Momok Pertahanan Persipura

Baca: Berita Politik Terkini, Wapres JK : Erick Harus Banyak Belajar Tentang Politik

Baca: Berita Viral : Tinggal di Perbatasan, Bocah ini Bolak-balik Malaysia-Indonesia untuk Bersekolah

"Kami juga mengharapkan Dewan mengundang tim pemeriksa air sumur yang netral, sehingga diketahui apakah sumur tercemar atau tidak," harapnya.

Menanggapi itu Ketua DPRD Prabumulih, H Ahmad Palo SE mengatakan pihaknya akan memediasi permasalahan dihadapi warga Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan itu dengan pihak pertamina.

"Salah satu dituntut warga itu terkait kompensasi, permintaan kursi dan tenda serta permintaan lainnya yang menurut mereka belum dipenuhi pihak Pertamina," ujar Palo.

Namun menurut Palo, apa yang disampaikan warga itu tentu tidak bisa ditelan mentah-mentah katena baru sepihak dan pihaknya perlu mengundang perusahaan Pertamina untuk mengetahui apa sebetulnya persoalan serta apa keinginan warga.

"Kita kan baru dengar sepihak yakni dari warga saja dan kita belum dengar dari perusahaan, untuk itu nantinya kita koordinasi dengan komisi III terkait dan akan mengundang pihak pertamina untuk meminta kejelasan terkait persoalan itu," ungkapnya.

Terpsiah, Government Relations Analyst PT Pertamina EP Asset 2, Nur Sukmaputeri M mengatakan terkait belasan warga mendatangi dewan yang mengeluhkan pengeboran dan kompensasi belum cair itu menyebutnya, sah-sah saja.

"Dari kami untuk itikad penyelesaian tentu baik difasilitasi oleh Pemkot, Polres, DPRD kami siap saja untuk hadir dan mengikuti prosedur yang ada," ujarnya.

Putri menuturkan, terkait dugaan pencemaran sumur warga akibat pengeboran pihaknya telah memfasilitasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Prabumulih untuk melakukan uji sample dan hasilnya telah disampaikan ke warga.

"Jelasnya terkait sumur, kami sudah melaksanakan prosedur yang ada yakni memfasilitasi DLH Kota Prabumulih untuk uji sampel, kemudian hasil tersebut dibawa ke DLH Provinsi yang selanjutnya pemaparan hasil juga telah disampaikan kepada warga," bebernya. 

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved